Breaking News:

500 Vaksin Jhonson & Jhonson Tiba, Hibah dari Belanda, Dosis Sekali Suntik Target Vaksinasi Nasional

Sedangkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan vaksin Covid-19 Johnson and Johnson digunakan dalam program vaksinasi nasional.

Editor: Muhammad Israjab
Ilustrasi vaksin Covid-19 Janssen yang diproduksi Johnson & Johnson. Vaksin dosis tunggal ini dapat izin penggunaan darurat WHO. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Sebanyak 500 dosis vaksin Jhonson & Jhonson tiba di Indonesia, hibah dari Belanda

Vaksin  tersebut merupakan vaksin Johnson pertama yang tiba di Indonesia.

Sedangkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan vaksin Covid-19 Johnson and Johnson digunakan dalam program vaksinasi nasional.

Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 18 tahun 2021 vaksinasi program diperoleh dari hibah, sumbangan, atau pemberian baik dari masyarakat maupun negara lain. Vaksinasi program diberikan secara gratis.

Vaksin Johnson & Johnson dalam bentuk jadi ini pemberian Belanda, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Sabtu (11/9/2021) pagi.

Baca juga: BEM se-Sultra Ajak Mahasiswa Vaksinasi Lewat Baju Bertuliskan Bahasa Muna, Tolaki, Buton, Moronene

Tidak seperti vaksin yang sudah lebih dulu tiba di Indonesia yang perlu dua kali suntik, vaksin  Johnson & Johnson cuma perlu sekali suntik.

"Indonesia  menerima untuk pertama kalinya vaksin Johnson sebanyak 500.000 dosis dari pemerintah Belanda," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menyambut kedatangan vaksin secara virtual, Sabtu (11/9/2021).

Bantuan vaksin dari pemerintah Belanda ini kata Retno merupakan yang ketiga kalinya.

Sebelumnya Indonesia telah mendapatkan 657 ribu dosis vaksin AstraZeneca dari negara kincir angin tersebut.

Vaksin yang diberikan merupakan tahap awal dari total 3 juta dosis sebagai komitmen dose sharing.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved