Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Tim Terpadu Pemprov Sulawesi Tenggara Tinjau Kendaraan Tambang yang Overload di Kolaka

Pemantauan tersebut usai adanya sejumlah jalan di Kolaka yang rusak karena dilalui kendaraan overload tembang.

Penulis: Laode Ari | Editor: Muhammad Israjab
Tim terpadu provinsi Sulawesi Tenggara saat mengecek kendaraan overload milik salah satu perusahaan tambang di Pomaala Kabupaten Kolaka. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tim Terpadu Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memantau penertiban kendaraan overload milik perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Kolaka, Rabu (08/09/2021).

Sebanyak tiga titik lokasi tambang di Pomalaa Kabupaten Kolaka yang kendaraan operasionalnya di pantau tim terpadu.

Pemantauan tersebut usai adanya sejumlah jalan di Kolaka yang rusak karena dilalui kendaraan overload tembang.

Kepala Dinas Kominfo Sultra, Ridwan Badallah, mengatakan, tim terpadu ini gabungan dari Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XVIII Kementerian Perhubungan selaku koordinator tim, Dinas Perhubungan Sultra, Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, dan Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tenggara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kemudian, tim terpadu ini juga dilengkapi dengan DENPOM XIV/3 Kendari, Polda Sultra, Kejaksaan Tinggi Sultra, serta didampingi oleh Komisi III DPRD Kolaka, Dishub Kolaka, serta personel dirlantas Polres Kolaka.

Baca juga: Alasan Stasiun TV Korea Mnet Gunakan Remix Suara Adzan di Street Woman Fighter, Akhirnya Minta Maaf

Kunjungan ke tiga lokasi tambang itu diawali dari PT. Putra Mekongga Sejahtera.

"Hasil pemantauan menunjukkan jalan lintasnya sudah bersih. Meskipun demikian, hal tersebut masih berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat jika terlambat dilakukan pembersihan," jelas Ridwan.

Kadis Kominfo menambahkan, selain itu, tim juga masih menemukan kendaraan yang kelebihan muatan atau over-dimension and overload (ODOL) dengan kelebihan di atas satu meter dari ambang toleransi.

Truk kelebihan muatan ini kerap menjadi penyebab kecelakaan yang membahayakan pengguna jalan lain.

"Saat itu juga, tim melakukan teguran agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," kata Ridwan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved