Breaking News:

Berita Baubau

Karantina Pertanian Kendari Gagalkan Penyelundupan Daging Rusa Ilegal Seberat 100 Kg di Kota Baubau

Balai Karantina Pertanian Kendari Wilayah Kerja Kota Baubau mengagalkan penyelundupan daging rusa ilegal tanpa dokumen seberat 100 kilogram.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Balai Karantina Pertanian Kendari Wilayah Kerja Kota Baubau dan BKSDA Baubau menggagalkan penyelundupan daging rusa ilegal tanpa dokumen seberat 100 kilogram, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Balai Karantina Pertanian Kendari Wilayah Kerja Kota Baubau mengagalkan penyelundupan daging rusa ilegal tanpa dokumen seberat 100 kilogram.

Untuk diketahui, penyelundupan daging rusa tersebut dari Aru, Fakfak, Papua Barat melalui kapal penumpang menuju Kota Baubau.

Modus penyelundupan daging rusa tersebut disembunyikan dalam kotak kayu yang tertumpuk dan terbungkus plastik.

Saat dilakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen dan pemeriksaan fisik, daging rusa ini tidak memiliki dokumen persyaratan karantina dari daerah asalnya. 

Untuk memastikan jenis daging, dilakukan pemeriksaan fisik, dan dari pemeriksaan dipastikan daging dalam kotak kayu merupakan produk hewan yang dilindungi yaitu hewan rusa.

Dikarenakan berusaha melakukan penyelundupan daging rusa secara ilegal maka Karantina Pertanian Kendari melakukan penahanan. 

Baca juga: Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari Ajak Masyarakat Mulai Budidaya Tanaman Porang

"Awalnya kami curiga dengan tumpukan plastik dalam kotak kayu, kami periksa, ternyata ada daging rusa," ucap Paramedik Karantina Pertanian Kendari, Bambang, Rabu (8/9/2021).

"Kami minta dokumennya dari daerah asal, pemilik tidak dapat menunjukkan," tambahnya.

Bambang menyebut, setelah itu pihaknya melakukan penahanan dan karena rusa termasuk hewan yang dilindungi maka Karantina Pertanian Kendari berkoordinasi dengan BKSDA Baubau.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari N Prayatno Ginting memberikan apresiasi kepada petugas yang telah menggagalkan upaya penyelundupan daging rusa tersebut.

"Kegiatan yang dilakukan oleh pejabat Karantina Pertanian sesuai UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan," ujarnya.

Baca juga: Karantina Pertanian Kendari Genjot Ekspor Porang asal Konawe Kepulauan ke Luar Negeri

"Dalam tupoksinya tertuang untuk berkewajiban melakukan pengawasan dan/atau pengendalian terhadap satwa liar dan satwa yang dilindungi," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut dari penahanan daging rusa tersebut BKSDA Baubau bersama Karantina Pertanian Kendari dan beberapa instansi terkait melakukan pemusnahan terhadap daging rusa.

Adapun cara pemusnahannya yaitu dengan mengubur daging rusa tersebut di halaman Kantor BKSDA Baubau. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved