Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Anggaran Bendungan Ameroro Capai Rp 1,5 Triliun Rampung 2023, Diresmikan Presiden Jokowi

Bendungan Ameroro akan menjadi salah satu bendungan terbesar di Sultra, yang terletak di Desa Tamesandi, Kapubaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Muhammad Israjab
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai pembangunan Bendungan Ameroro di Desa Tamesandi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Bendungan Ameroro masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air di Indonesia dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Pembangunan Bendungan Ameroro menelan Rp 1,5 triliun berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021.

Bendungan Ameroro akan menjadi salah satu bendungan terbesar di Sultra, yang terletak di Desa Tamesandi, Kapubaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Menurut Humas Balai Wilayah Sungai IV Sulawesi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Rahmat Sanusi rencananya rampung tiga tahun usai pengerjaan pertama.

"Diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo sebelum berakhirnya masa jabatannya,"ucap Rahmat saat ditemui di Kantor BWS IV Sulawesi, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Pejabat Brimob Polda Sulawesi Tenggara Berganti, Wadansat, Pimpinan Detasemen Gegana Dirotasi

Lanjut Rahmat, saat ini direncanakan bakal dianggarkan pembebasan lahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR.

Menurutnya, tahun ini telah tahap I telah dianggarkan untuk pembangunan awal yaitu senilai Rp 800 miliar dan bakal ditargetkan rampung tahap I dan II pada 2024.

"Jika semua bendungan yang ada di Sultra telah rampung maka akan banyak investor datang berinvestasi di Sultra," ujarnya.

Rahmat menyebut jika investor telah tertarik maka Pendapatan Asli Daerah atau PAD pun akan meningkat.

Bendungan Ameroro masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020.

"Hal itu guna untuk menambah jumlah tampungan air di Indonesia dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved