Breaking News:

Mahasiswa Akhiri Hidup Gegara Nilai IPK Jelek, Ini 5 Cara Menghilangkan Depresi

Warga Kelurahan Kutowonangun Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga itu, mengakhiri hidupnya diduga depresi gegara nilai IPK jelek.

Editor: Risno Mawandili
Tribunnews.com
Ilustrasi seorang mengalami depresi 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Seorang mahasiswa di Kota Salatiga, Jawa Tengah, berinisial DA (25) tewas gantung diri, Kamis (2/9/2021).  

Warga Kelurahan Kutowonangun Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga itu, mengakhiri hidupnya diduga depresi gegara nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) jelek.

Peristiwa ini dibenarkan Kasi Humas Polres Salatiga AKP Hari Slamet Trianto.

Ia mengatakan, mayat korban ditemukan oleh orangtuanya di dalam rumah lantai atas.

"Dari hasil keterangan yang didapat dari para saksi, korban diketahui depresi dikarenakan setelah dinyatakan lulus kuliah di bulan Maret 2021 nilainya masih ada yang E," kata Hari kepada Kompas.com.

Baca juga: 7 Manfaat Biji Kelor: dari Kontrol Kolestrol, Sehatkan Jantung, hingga Rawat Kulit

Dijelaskan, dokter menduga korban meninggal dunia kerana murni gantung diri.

"Dari keterangan tenaga medis korban meninggal karena gantung diri. Cirinya tulang leher korban patah, pada kemaluan korban mengeluarkan sperma, pada anus korban mengeluarkan kotoran dan tidak ditemukan tanda penganiayaan," terangnya.

Depresi

Depresi merupakan kelainan mental yang paling umum terjadi.

The World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 350 juta orang menderita depresi di seluruh dunia.

Baca juga: 5 Tanaman Pengusir Tikus, Mudah Tumbuh, Bisa Ditanam di Rumah & Jadi Hiasan Pekarangan

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved