One Piece
Baca Manga Spoiler One Piece 1024: Sosok Misterius, Kilas Balik 3 Samurai Hebat, Yamato vs Kaido
Seri One Piece 1024 diberi judul "A certain someone" atau dalam bahasa indonesia "seseorang tertentu".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/kaido-tohoh-adalam-anime-one-piece.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Manga One Piece chapter 1024 bakal dirilis pada Minggu (12/9/2021).
Hal ini sebagaimana dikabarkan Mangaplus Shueisha.
Meski demikian penggemar sudah dapat membaca spoiler manga One Piece chapter 1024.
Ulasan spoiler lengkap One Piece 1024 itu telah diunggah di Renddit.
Seri One Piece 1024 diberi judul "A certain someone" atau dalam bahasa indonesia "seseorang tertentu".
Baca juga: Sinopsis Film Anime The Girl Who Leapt Through Time: Kisah Makoto yang Bisa Melintasi Waktu
Adapun A certain someone dimaksud adalah sosok samurai yang pernah membantu Yamato di masa lalu.
Dikisahkan, One Piece Chapter 1024 akan bercerita tentang kilas balik masa kecil Yamato.
Di sisi lain juga terkait kelanjutan pertarungan Yamato dengan Kaido dan kabar pertempuran di Onigashima.
Lalu apa yang akan terjadi episode kali ini? Simak spoiler One Piece 1024:
Sosok Misterius
Di color spread One Piece chapter 1024 ada bagian dua poster khusus untuk World Popularity Poll.
Gol D Roger berada di langit sepeti Kaido dan Big Mom di bagian satu poster, Crocodile, Enel, Mr 2, Vivi, Carue, Nami, Sanji, Brook, Chopper, Luffy, Robin, Jinbe, Zoro, Franky, Usopp, Going Merry, Woop Slap dalam boneka Going Merry Kid, Urouge, Bonney, Killer, X Drake dan Apoo.
Selanjutnya, cerita akan dimulai dari lantai 2 kastil Onigashima.
Di sana kita bisa melihat sosok misterius dari arah belakang ruangan.
Dilain pihak banyak bawahan Kaido mulai jatuh dan mulutnya berbusa.
Bawahan Kaido melihat sekeliling ruangan, mencoba menemukan siapa yang menggunakan Color of the Supreme King Haki untuk melawan mereka.
Baca juga: Segera Dirilis, Spoiler Manga One Piece Chapter 1005 Black Maria Hadapi Robin dan Brook
Lalu mereka menemukan sosok misterius yang mulai berbicara.
"Jika kamu datang dengan resolusi setengah-setengah, kamu tidak akan bisa menjaga kesadaranmu sambil berdiri di depanku. Akulah orang yang mengalahkan 2 Tobiroppo. Aku Usohachi si Pemburu Nihou (Usohachi si Pemburu Flying Six)," kata sosok misterius itu.
"Eh dua dari mereka?," tanya bawahan Kaido.
Sosok misterius yang berbicara itu sebenarnya adalah Usopp yang muncul menunggangi buaya raksasa (sebenarnya Gifter yang kepalanya dipenuhi buaya)
Nami, Tama, dan Speed bersembunyi di dekat Usopp.
Speed mengungkapkan, Color of the Supreme King Haki yang dimaksud bawahan Kaido adalah milik Big Mom yang bertarung di bagian lain di lantai 2.
Hal itu mengejutkan, karena Haki Big Mom dapat berdampak kepada orang lain di lantai yang sama.
Menggunakan Den Den Mushi, Nami kemudian menghubungi Franky yang berada di Live Floor.
Baca juga: Sinopsis What If Episode 4, Obsesi Doctor Strange Hidupkan Kembali Christine Palmer
Dia masih tidak yakin apa yang terjadi, tapi pasukan Kaido mulai bergerak menuju Live Floor.
Franky melawan mereka bersama kru Law untuk menghentikan pasukan Kaido agar tidak jatuh.
Kaido Belum Kembali
Scene beralih ke lantai 3, area di mana Black Maria dan Robin bertarung, yang kini telah dipenuhi kobaran api.
Saat beberapa Mink menonton adegan itu, kita melihat Brook sedang menyeberangi jembatan dengan Robin di tangannya saat mereka melarikan diri dari api.
Untungnya mereka berdua baik-baik saja, meskipun Robin masih tidak sadarkan diri setelah pertarungannya.
Brook menghubungi Jinbe, yang masih berada di lantai 4.
Di sana pertempuran berlanjut melawan bawahan Kaido.
Jinbe bertanya-tanya mengapa Kaido belum kembali ke kastil dan siapa yang menghentikannya.
Sementara itu, di salah satu pintu besar yang terhubung ke Live Floor, beberapa bawahan Kaido mencoba masuk untuk menghindari api yang ada di lantai lain kastil, tetapi Kawamatsu dan para pemimpin Yazuka melawan mereka.
Scane berali ke atap. Kaido dan Yamato masih bertarung.
Yamato menggunakan serangan Narikabura (Panah Narikabura) untuk melawan Kaido, tetapi serangan itu ditangkis dengan kanabo.
Kaido melompat dan menggunakan serangan Kongokabura (Panah Tak Terhancurkan)
yang merupakan versi lebih kuat dari Narikabura.
Yamato menghentikannya tetapi serangannya terlalu kuat dan akhirnya menabrak beberapa batu.
Yamato pulih dari serangan dan mulai berbicara dengan Kaido yang selalu ingin membunuhnya.
Kaido mengatakan, menurutnya yang terjadi saat ini bukan pertengkaran keluarga.
"Jika kamu ingin menyebut dirimu Oden, maka kamu harus siap berperang melawanku," kata Kaido.
"Apa salahnya mengagumi seseorang?," tanya Yamato.
Kilas Balik Tiga Samurai
Kemudian, scane berubah menjadi kilas balik Yamato.
Kaido dan Yamato berada di dekat Torii raksasa di pintu masuk Onigashima, yang naganya dihancurkan Ace beberapa tahun kemudian.
Dari penampilan Kaido, kilas balik terjadi sesaat setelah kematian Oden 20 tahun yang lalu, karena dia terlihat masih mengenakan perban di dadanya dari luka yang Oden berikan padanya.
Yamato dirantai ke tiang kayu karena dia terus menyebut dirinya Oden.
Yamato terluka parah, dia memiliki benjolan besar di atas mata kanannya, dan juga kelaparan.
Pakaian dan gaya rambut Yamato sama seperti sekarang tetapi dalam kilas balik dia masih anak-anak.
Di sekelilingnya, kita bisa melihat beberapa bawahan Kaido jatuh dan mulutnya berbusa.
Beberapa dari mereka memanggil Yamato Putri Raksasa atau Onihime.
"Color of the Supreme King Haki, Kamu memiliki potensi. Tapi jika kamu ingin tetap menyebut dirimu Oden, maka kamu harus mati Yamato," kata Kaido pada saat itu.
Kaido kemudian membawa Yamato ke sebuah gua dengan kanji tertulis di pintu masuk yang berupa batu raksasa.
Yamato yang sedang menangis, dirantai ke batu raksasa yang memiliki tali shimenawa yang melekat padanya.
Di dalam gua, ternyata ada tiga pendekar pedang terhebat Wanokuni yang telah ditangkap Kaido.
"Jika ada di antara kalian yang menyatakan menyerah, aku akan membiarkanmu keluar dari gua ini dan kamu bisa bergabung dengan pasukanku," kata Kaido.
Saat Kaido mengatakan ini, dia meninggalkan beberapa pedang di tanah.
Dia juga meninggalkan satu porsi makanan di sebelah mereka.
Dengan cara ini mungkin saja mereka saling membunuh untuk makan.
Sementara itu Yamato masih merengek, memohon kepada Kaido untuk melepaskannya.
"Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu adalah Oden?," kata Kaido.
Setelah mengatakan itu, Kaido meninggalkan gua.
Yamato ditinggalkan sendirian dengan tiga samurai saat perutnya keroncongan karena lapar.
Dia memperhatikan mereka dengan cermat sementara dia berpikir dirinya akan segera mati.
"Aku Oden, tapi aku juga putra Kaido yang membunuh Oden. Samurai ini pasti menyimpan dendam besar pada ayahku dan mereka mungkin ingin membunuhku sebagai balas dendam," kata Yamato.
Tiba-tiba salah satu samurai berdiri hingga membuat Yamato yakin bahwa ajalnya telah tiba.
Namun samurai mendekati Yamato dan memberinya makanan.
"Makan. Seorang samurai tidak pernah lapa," kata samurai itu.
Yamato mulai menangis berterima kasih padanya lalu makan.
Dia tidak bisa berhenti menangis meskipun mulutnya penuh dengan makanan.
"Aku tidak akan melupakan mangkuk nasi ini seumur hidupku," kata Yamato.
Ketika Yamato selesai, samurai lain berdiri, menghunus pedang yang memiliki ujung hitam, dan memotong rantai Yamato dengan mudah eperti Zoro memotong batu sebelum menjatuhkan Mr 1 di Arabasta.
Yamato mulai berbicara dengan samurai itu dan menanyakan namanya.
"Seorang samurai yang kalah tidak memiliki nama. Panggil saja saya Nanigashi"(seseorang tertentu)," kata samurai itu.
Saat samurai berbicara, kita akan melihatnya dengan jelas, di mana sosok samurai itu identik dengan Zoro tetapi tampak beberapa tahun lebih tua. Dia memakai perban di kepala dan mata kirinya.
Di chapter ini namanya tidak disebutkan, tetapi dia mungkin Shimotsuki Ushimaru, daimyo Ringo.
Samuari mengatakan mereka bersimpati dengan Yamato dan mereka juga mencintai Oden.
Yamato menunjukkan kepada mereka jurnal Oden, yang seketika membuat samurai terkejut.
Kita akhirnya akan melihat dengan jelas sosok dua samurai lainnya.
Seseorang yang memberikan mangkuk nasi kepada Yamato, memiliki wajah panjang dengan alis besar dan cambang, dan dia juga memakai janggut.
Samuari lainnya memiliki wajah berbentuk segitiga, tali diikat ke dahinya dan dengan riasan di wajanya.
"Aku tidak bisa membaca apa yang tertulis di sana, bisakah kamu mengajariku membacanya?," kata Yamato.
Selama hari-hari berikutnya samurai mengajari Yamato membaca.
Yamato kagum dan bersemangat dengan semua yang dia temukan.
Setelah 10 hari, Yamato melemah dan hampir mati karena tidak punya makanan untuk dimakan.
"Jika Kaido benar-benar ingin kamu mati, maka kamu tidak akan bisa hidup cukup lama untuk melihat pertempuran yang diprediksi Oden-sama yang akan terjadi dalam 20 tahun," kata samurai.
"Jika aku bisa hidup sampai hari itu, aku akan berjuang untuk Wanokuni," kata Yamato.
"Kalau begitu kami akan membantumu hidup untuk bergabung dalam pertempuran itu," kata samurai.
Samuari yang tampaknya adalah Shimotsuki Ushimaru, melepas bagian atas kimononya dan menghunus 2 pedangnya.
Di punggungnya dia memiliki tato dengan 2 pedang bersilang, simbol yang sama yang digunakan Koushirou, sensei Zoro di dojo.
Kemudian ketiga samurai menghancurkan batu raksasa yang menghalangi pintu masuk gua dan pergi untuk melawan Kaido.
Yamato Tadingi Kaido
Scene beralih ke masa sekarang, di mana Yamato bertanya mengapa Kaido merampas kebebasan Wano dan dirinya.
"Dunia ini tidak bisa dijelaskan dengan pertanyaan dan jawaban sederhana," jawab Kaido.
Yamato dan Kaido menyerang pada saat yang sama menggunakan Raimei Hakke (Thunder Bagua).
Keduanya mungkin telah menggunakan Color of the Supreme King Haki mereka karena tabrakan serangan telah menciptakan ledakan dengan petir hitam.
Untuk pertama kalinya, tampaknya Yamato berhasil menyamai ayahnya.
Di akhir cerita, dikabarkan bahwa minggu depan tidak libur, jadi One Piece 1025 akan segera dirilis.
(Tribunnews.com/Rica Agustina)
(Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Spoiler One Piece 1024: Kilas Balik Yamato dengan Tiga Samurai Hebat, Yamato Berhasil Menyamai Kaido)