Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Dispar Provinsi Sulawesi Tenggara, Buat Inovasi Penerapan 3 M di Lokasi Wisata Pulau Bokori

 Adanya pandemi Covid-19 khususnya Sultra membuat pemerintah provinsi membuat kebijakan untuk menutup sementara lokasi wisata.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
Untuk mendukung program Pemerintah Pusat kemudian Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara membuat strategi penerapan 3 M ( Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan memakai sabun) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Saat ini destinasi wisata di Sulawesi Tenggara belum sepenuhnya di buka untuk umum.  

Wabah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Sulawesi Tenggara membuat Pemprov Sulawesi Tenggara mengeluarkan kebijakan untuk menutup sementara tempat-tempat umum termasuk destinasi wisata atau yang lebih dikenal dengan istilah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Hal ini sedikit banyak berdampak pada roda perekonomian khususnya di daerah wisata.

Seiring dengan hal tersebut Pemerintah pusat melalui Kemenparekraf  mengeluarkan aturan berwisata di masa pandemi atau yang lebih dikenal dengan (CHSE) yaitu Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability yang merupakan Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan di Daya Tarik Wisata.

CHSE merupakan penjabaran dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum.

Baca juga: Mengenal Ranan Halwah Linazharin Gani, Siswa Kelas 6 SD di Baubau Duta Pariwisata Buton

"Untuk mendukung program Pemerintah Pusat kemudian Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara membuat strategi penerapan 3 M ( Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan memakai sabun) di salah satu destinasi wisata yaitu di Pulau Bokori,” kata Sekretaris Tim Inovasi Dinas Pariwisata Sultra, Nurdian Djuhasin, M. Par, Kamis (2/9/2021).

Menurut Dian, tahap ini merupakan milestone awal  dalam rangka  pelaksanaan CHSE secara menyeluruh atau holistik di destinasi wisata di Sulawesi Tenggara.

"Melalui program 3 M ini diharapkan terjadi perubahan pola pikir dan budaya kerja petugas di destinasi wisata, pengunjung dan masyarakat sekitar, pola hidup sehat dan prosedur protokol kesehatan yang diterapkan secara disiplin secara tidak langsung mendukung program pelaksanaan CHSE secara bertahap," ucapnya.

Hasil dari pelaksanaan gerakan 3 M ini salah satunya pengunjung masih tetap berwisata menikmati Pulau Bokori dengan aman dan sehat. Dan yang paling penting adalah roda perekonomian disektor pariwisata masih tetap berjalan khususnya dikalangan masyarakat pesisir yang terdampak Covid 19.

(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved