Breaking News:

Berita Baubau

Kejari Tahan Eks Kepala Disperindag Baubau, Dugaan Korupsi Bangun Pasar, Kerugian Negara Rp2 Miliar 

Audit Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sultra menyebut, R bersama dua lainnya F dan A telah merugikan negara senilai Rp2.527.444.000.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
TribunnewsSultra.com
Eks Kadis Perindag Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, inisial R, terlihat mengenakan rompi tahanan di kantor KeKejaksaan Negeri, Ia resmi ditahan penyidik pada Selasa (31/8/2021), atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan Pasar Palabusa Baubau. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,BAUBAU - Kejaksaan Negeri (Kejari) menahan eks Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial R. 

Ia resmi ditahan penyidik Kejari Baubau pada Selasa (31/8/2021), atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan Pasar Palabusa Baubau

Audit Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sultra menyebut, Kadis Perindag Baubau bersama dua lainnya F dan A telah merugikan negara senilai Rp2.527.444.000.

Dugaan Tipikor yang menyeret tiga tersangka ini dibenarkan Kajari Baubau Jaya Putra.

Ia menjelaskan, R bersama dua rekannya yang merupakan kontraktor proyek Pasar Palabusa Baubau bakal ditahan selama 20 hari. 

“Benar, tim jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Baubau telah menetapkan tiga tersangka dan melakukan penahanan selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 31 Agustus 2021 Sampai dengan tanggal 19 September 2021,” ujarnya, Selasa (31/8/2021). 

Baca juga: Mayat Bayi Gegerkan Warga Baubau, Ditemukan Tukang Jerat Ayam Hutan

Baca juga: Heboh Buaya Muara Muncul di Pelabuhan Murhum Baubau, Terekam Video, Polsek: Dievakuasi BKSDA

Ia menambahkan, tiga tersangka dugaan korupsi tersebut langsung ditahan pada hari ditetapkan. 

"Jadi kami tetapkan sore hari, itu malam hari langsung kami tahan di sel tahanan Polres Baubau," jelasnya. 

Kajari Baubau menegaskan, alasan penahanan merujuk pada pasal 21 ayat Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Dimana para tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan atau merusak barang bukti, dan mengulangi tindak pidana.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved