Berita Konawe

Dekan Fakultas Teknik Beberkan Kronologi Mahasiswanya di DO, Sebut Tuntut Dana Matriks

Menurut Asrul, Ia menyesalkan adanya surat keputusan DO kepada seorang mahasiswanya itu.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
(Arman Tosepu/TribunnewsSultra.com)
Mahasiswa dan Alumni Fakultas Teknik Universitas Lakidende (Unilaki) melakukan aksi unjuk rasa di pelataran kampus tersebut memprotes surat DO yang dikeluarkan pihak perguruan tinggi, Senin (30/8/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Dekan Fakultas Teknik Universitas Lakidende atau Unilaki, Ir Asrul menjelaskan kronologi awal mula seorang mahasiswa teknik Unilaki di Drop Out (DO) oleh rektor.

Menurut Asrul, Ia menyesalkan adanya surat keputusan DO kepada seorang mahasiswanya itu.

Namun, keputusan rektor tersebut juga dilatar belakangi adanya sebab yang ditimbulkan.

"Persoalan tuntutan dana matriks di awal ini sehingga kemudian terjadilah penutupan kampus, seharusnya persoalan ini tidak perlu dibesarkan," kata Asrul.

Sehingga, puluhan alumni dan mahasiswa Fakultas Teknik Unilaki menggelar unjuk rasa di pelataran kampus, Senin (30/8/2021) kemarin.

Ia melanjutkan, penutupan kampus selama seminggu oleh mahasiswa yang melakukan aksi ditengarai kurangnya komunikasi antara birokrasi kampus dan mahasiswa.

Baca juga: Fakta Terbaru Anak Ahok Diduga Aniaya Ayu Thalia atau Thata Anma, Klarifikasi Nicholas Sean Purnama

Akibatnya, 10 orang mahasiswa diberikan sanksi akibat menutup kampus selama seminggu. Dimana, 2 orang merupakan mahasiswa teknik.

"Sehingga terjadilah demonstrasi. Dari 10 orang (Mahasiswa) ini datang bertemu dengan pimpinan Universitas. Dari 10 orang ini sudah memahami terkait sanksi tidak akan ditarik dan mereka menerima itu dan tidak akan mengulang kembali," lanjutnya.

Asrul menuturkan, sanksi yang diberikan kepada 10 mahasiswa itu bisa dievaluasi oleh pihak rektorat jika ada itikad baik dari mahasiswa.

Agar tidak melakukan kembali pelanggaran. Sementara itu, Diktum dari surat keputusan (SK) DO itu apabila para mahasiswa tersebut melakukan kembali maka akan dilakukan DO.

"Itu kemudian dasarnya mengeluarkan surat itu," ujarnya.

Sedangkan, seorang mahasiswa teknik yang di DO itu, Asrul menambahkan, terjerat persoalan akademik yang diduga memaksakan diri menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Padahal, mahasiswa tersebut dalam waktu bersamaan sedang menjalani sanksi skorsing akibat persoalan sebelumnya.

Baca juga: Profil Ayu Thalia atau Thata Anma Lapor Anak Ahok Nicholas Sean Purnama Kasus Penganiayaan ke Polisi

"Hanya disayangkan dia dalam (Proses) sanksi melakukan pemukulan dalam kegiatan akademik pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa. Mahasiswa yang dia pukul adalah mahasiswa Unilaki itu sendiri," ungkap Asrul.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved