Breaking News:

Berita Konawe

5 TKA China Pemakan Buaya di Morosi Konawe Belum Jadi Tersangka, BKSDA Belum Punya Cukup Bukti

Pekerja asing tersebut bahkan menguliti hingga memasak dan dijadikan sop lalu memakan hewan reptil itu.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Tampak panci berisi sup buaya, barang bukti yang diamankan BKSDA dari TKA asal China di kawasan pertambamgan Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - 5 Tenaga Kerja Asing atau TKA China hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka kasus memakan buaya di PT OSS, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Sebab, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara ( BKSDA Sultra ) belum memiliki cukup bukti untuk menaikkan status hukum ke tahap penyidikan.

Diketahui, TKA China di China di kawasan industri smelter PT Obsidian Stainless Steel atau PT OSS Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra diduga membantai seekor buaya Rabu (25/8/2021).

Pekerja asing tersebut bahkan menguliti hingga memasak dan dijadikan sop lalu memakan hewan reptil itu.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP, tim BKSDA dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) hanya menemukan sisa tulang buaya tersebut.

Kepala BKSDA Sultra, Sakrianto Djawie mengatakan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan sehingga belum ada penetapan tersangka.

Baca juga: Roy Surya Murka di Twitter Soal TKA China Santap Buaya di Konawe, Minta Stop Datangkan TKA China

"Iya (belum ada tersangka)," kata Sakrianto Djawie saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Messenger, Senin (30/8/2021).

Sakrianto menjelaskan, pihaknya belum menaikkan kasus itu ke tahap penyidikan, karena belum melengkapi bahan keterangan dan bukti yang cukup.

5 Tenaga Kerja Asing atau TKA China hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka kasus memakan buaya di PT OSS, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.
5 Tenaga Kerja Asing atau TKA China hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka kasus memakan buaya di PT OSS, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. (Handover)

5 TKA China itu pun belum sama sekali diperiksa.

Karena alasan itu juga, BKSDA Sultra belum melimpahkan kasus ini ke Penegakan Hukum atau Gakkum KLHK.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved