Breaking News:

UHO Kendari

UHO Kendari Jelaskan Besaran UKT, Rektor Prof Zamrun: Dipengaruhi Data Mahasiswa dan BPS

Pihak Rektorat Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Prof Muhammad Zamrun Firihu, menjelaskan mekanisme penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Risno Mawandili
Istimewa
Rektor UHO Prof Dr Muhammad Zamrun Firihu (kiri atas), saat sosialisasi penetapan besaran UKT Mahasiswa UHO secara daring, Kamis (26/8/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Pihak Rektorat Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Prof Muhammad Zamrun Firihu, menjelaskan mekanisme penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. 

Disebutkan bebera indikator menjadi pertimbangan dalam menentukan besaran UKT mahasiswa UHO Kendari.

Sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi.

Hal ini disampaikan Wakli Rektor (WR) I UHO Bidang Akademik Dr La Hamimu saat sosialisasi penetapan besaran UKT Mahasiswa UHO secara daring, Kamis (26/8/2021).

Ia mengatakan, rektorat mentukan UKT mahasiswa UHO Kendari berdasarkan data isian mahasiswa yang dipadukan dengan data indikator kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS).

 "Indikator penetapan UKT mahasiswa itu berdasarkan data yang diisi mahasiswa disesuaikan dengan data indikator kemiskinan yang ditetapkan oleh BPS," ujarnya. 

Baca juga: UHO Kendari Perpanjang Jadwal Pembayaran UKT Mahasiswa hingga September 2021, Hindari Kerumunan

Kampus kemudian menghitung Biaya Kuliah Tunggal (BKT) atau keseluruhan biaya operasional mahasiswa per tahun. 

BKT ditetapkan kementerian berdasarkan Standar Satuan Operasional Perguruan Tinggi (SSBOPT).

Dari BKT kampus menentukan besaran UKT mahasiswa.

La Hamimu mengaku, penetapan besaran UKT mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua atau wali mahasiswa.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved