Breaking News:

Lawan Covid19

Rusia Gandeng Fahrenheit Bangun Pabrik Vaksin Sputnik-V di Indonesia, Setelah BPOM Setujui EUA

Rusia menggandeng Fahrenheit membangun pabrik vaksin Sputnik V di Indonesia.

handover
Tentang vaksin Sputnik-V buatan Rusia yang disebut memiliki efikasi 91 persen, khusus untuk vaksinasi Covid-19 dengan usia 18 tahun ke atas. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Rusia menggandeng Fahrenheit membangun pabrik vaksin Sputnik-V di Indonesia.

Russian Direct Investment Fund (RDIF), pemegang lisensi vaksin Sputnik-V asal Rusia menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.

Kerja sama dengan Pemerintah Indonesia ini melalui Kemenristek RI guna memproduksi vaksin Sputnik-V di Indonesia.

Hal tersebut diketahui setelah BPOM RI mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin Sputnik-V nomor EUA2160200143A1 dan EUA2160200143A2 pada hari Selasa (24/8/2021) kemarin di Jakarta.

BPOM memberikan persetujuan penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin Sputnik-V terbatas pada kondisi wabah pandemi Covid-19.

"Untuk pencegahan infeksi coronavirus yang baru ditemukan (Covid-19) pada orang dewasa di atas usia 18 tahun, sesuai dengan hasil evaluasi terhadap data khasiat, keamanan dan mutu," demikian bunyi keputusan BPOM yang ditanda tangani Kepala BPOM, Penny Lukito.

Penny Lukito mengatakan efek samping paling umum yang dirasakan ketika disuntik vaksin Sputnik-V adalah gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome).

Baca juga: Tentang Vaksin Sputnik-V Buatan Rusia dengan Efikasi 91%, Vaksinasi Covid-19 Usia 18 Tahun ke Atas

Kata dia, ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (myalgia), badan lemas (asthenia), ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi.

“Sementara untuk efikasinya, data uji klinik fase 3 menunjukkan vaksin Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6 persen (dengan rentang confidence interval 85,6 persen - 95,2 persen)," jelas Penny Lukito.

Untuk diketahui vaksin Sputnik-V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved