Breaking News:

BEI Berikan Stimulus bagi Perusahaan Tercatat, Guna Ringankan Beban Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan stimulus kepada perusahaan tercatat dan calon perusahaan tercatat.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sultra, Ricky 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan stimulus kepada perusahaan tercatat dan calon perusahaan tercatat.

Hal ini sebagai upaya mendukung program pemerintah dan industri pasar modal Indonesia dalam penanggulangan dampak pandemi Covid-19.

Untuk pemberian stimulus tersebut, berdasarkan penetapan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sultra, Ricky mengatakan tujuan pemberian stimulus untuk meringankan beban ekonomi yang sedang dihadapi di tengah pandemi Covid-19.

"Kebijakan ini berdasarkan surat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nomor: S-135/D.04/2021 pada 19 Agustus 2021," ujarnya pada Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Bursa Efek Indonesia Catat 3.756 Investor Baru di Pasar Saham dari Sulawesi Tenggara Sepanjang 2021

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan keringanan kepada perusahaan tercatat dan calon perusahaan tercatat dalam menggalang dana jangka panjang.

Kata dia, BEI bersama OJK akan terus melakukan koordinasi dan memantau perkembangan Pasar Modal Indonesia.

Serta mengambil langkah-langkah strategis guna meredam dampak pandemi Covid-19 terhadap keberlangsungan stabilitas ekonomi nasional.

Ia menjelaskan BEI akan memberikan dukungan berupa stimulus atau kebijakan khusus terhadap kewajiban pembayaran biaya pencatatan awal saham dan biaya pencatatan saham tambahan.

Adapun potongan yang diberikan sebesar 50 persen dari perhitungan nilai masing-masing biaya bagi perusahaan tercatat dan calon perusahaan tercatat.

Baca juga: Bursa Efek Indonesia Sebut Tren Investasi Saham di Sulawesi Tenggara Meningkat  

"Kebijakan tersebut dituangkan dalam Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00069/BEI/08-2021 pada 27 Agustus 2021," ujarnya. 

Kata dia, BEI memberikan kebijakan khusus atas biaya pencatatan awal saham dan biaya pencatatan saham tambahan, akan diberlakukan mulai 30 Agustus hingga 30 Desember 2021

Dengan harapan, para pemangku kepentingan pasar modal, dapat menumbuhkan optimisme pasar terhadap stabilitas pertumbuhan industri pasar modal serta sektor keuangan nasional akibat pandemi Covid-19. (*)

(TribunnewsSultra/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved