Breaking News:

Jalan Kendari Toronipa

Pembangunan Jalan Kendari-Toronipa Capai 52 Persen, Ditarget Rampung 2022, Pakai Utang Rp765 Miliar

Pembangunan Jalan Kendari-Toronipa menggunakan dana utang sebesar Rp765 miliar ditargetkan akan rampung pada 2022.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Fadli Aksar
Istimewa
JALAN RUSAK - Tampak Jalan Kendari-Toronipa rusak akibat longsor yang disebabkan guyuran hujan deras, di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Toronipa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (18/7/2021). Pembangunan Jalan Kendari-Toronipa yang menggunakan utang sebesar Rp765 miliar ditargetkan akan rampung pada 2022. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pembangunan Jalan Kendari-Toronipa yang menggunakan utang sebesar Rp765 miliar ditargetkan akan rampung pada 2022.

Pembangunan jalan tersebut merupakan salah satu mega proyek pada masa jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi dan Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas.

Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Sultra Burhanuddin, tujuan dari pembangunan tersebut sebagai pendukung pengembangan pariwisata unggulan.

"Pembangunan jalan Kendari-Toronipa sebagai akses pendukung pengembangan pariwisata unggulan di Sultra," ucap Burhanuddin ditemui usai kegiatan Coffee Morning di Kantor Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Senin (23/8/2021).

Lanjutnya, dalam program pendukung pengembangan tersebut, terdapat empat poin utama.

Pertama, Kota Kendari menjadi Pusat Kegiatan Nasional (PKN), kedua, Kendari dan sekitarnya menjadi Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN).

Baca juga: Warga Kasilampe Tak Persoalkan Jalan Kendari-Toronipa, Asal Ganti Rugi Lahan Sesuai

Baca juga: HMI Kendari Protes Pembangunan Jalan Kendari-Toronipa Bernilai Triliunan: 260 KM Jalan Masih Rusak

Ketiga, mendukung perwujudan kawasan strategis dari sudut kepentingan ekonomi.

Dan yang terakhir kata Burhanuddin yaitu potensi tumbuh dan berkembangnya kegiatan ekonomi, pariwisata-obyek wisata dan pendukung pariwisata termasuk infrastuktur penghubung ke pulau.

"Masa pelaksanaan pembangunan jalan ini ditargetkan 565 hari kalender, dimulai 29 Juli 2020 hingga 13 Februari 2022," ungkapnya.

Sementara untuk masa pemeliharaan, ditargetkan 180 hari kalender, dimulai 14 Februari 2022 hingga 13 Agustus 2022.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved