Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Polda Sultra Tangkap Kurir Sabu Jaringan Lapas di Kendari, 30,85 Gram Barang Bukti Diamankan

Seorang pemuda di Kendari ditangkap Personel Ditresnakoba Polda Sultra karena diduga jadi kurir sabu.

Penulis: Laode Ari | Editor: Laode Ari
Handover
Pelaku RS saat menjalani pemeriksaan di Polda Sultra usai tertangkap karena diduga menjadi kurir sabu. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Seorang pemuda di Kendari ditangkap Personel Ditresnakoba Polda Sultra karena kasus peredaran narkotika, Kamis (19/08/2021) sekira pukul 22.15 Wita.

Pelaku berinisial RS (28) ditangkap karena diduga jadi kurir atau pengedar sabu jaringan Lapas Kendari.

Petugas menangkap RS saat berada di kamar kosnya tepatnya di Jl. Chairil Anwar Lr. H. Lamarundu Kelurahan Mataiwoi Kecamatan Wuawua Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Polisi Tangkap 7 Warga di Konawe Utara Tengah Pesta Narkoba, Sita 1 Gram Sabu, Dibeli Rp1,8 Juta

Penangkapan Kurir sabu itu berdasarkan informasi yang diperoleh petugas bahwa RS diduga sering transaksi sabu tak jauh dari lokasi tempat tinggal pelaku.

"Sekitar Jam 21.50 wita Tim Opsnal melakukan observasi / pengamatan di seputaran kos kosan tersangka, kemudian pada pukul 22.20 wita langsung melakukan penangkapan dan mengamankan tersangka, " ujar Kompol Dolfi Kumaseh, Kasubbid Penmas Humas Polda Sultra, Jumat (20/08/2021).

Usai menangkap RS, jelas Dolfi, petugas kemudian memeriksa dan menginterogasi pelaku.

Sehingga menemukan beberapa paket sabu ukuran kecil yang dibawa RS seberat 30,85 gram.

"Dari hasil penggeledahan ditemukan 1 (sashet) sedang di dalam Tas warna hitam dan 1 (satu) sashet sedang ditemukan di saku baju lengan panjang warna abu-bau sebelah kiri, " jelas Dolfi.

Baca juga: Pengedar Sabu dari Konawe Ditangkap Polisi, Petugas Amankan 37 Paket Sabu di Kamar Kos Pelaku

Saat diinterogasi petugas, pelaku mengaku mendapatkan sabu dari seorang napi di Kendari dengan sistem tempel.

"Sabu tersebut diperoleh dari seseorang Napi laki-laki di kota Kendari, berInisial FT dengan cara di tempelkan di lorong Samping warung Bakso dengan melalui komunikasi handphone, " terangnya.

Selanjutnya petugas membawa tersangka bersama barang bukti yang disita ke Polda Sultra untuk dilakukan proses penyidikan.

Tersangka RS juga di sangkakan dengan pasal 114 Ayat (2) subsider pasal 112 Ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved