Breaking News:

Berita Butur

Keroyok Siswa SMP, 2 Nelayan di Butur Ditangkap Polisi: Pelaku Residivis Sedang Mabuk Alkohol

Keroyok seorang remaja siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dua nelayan di Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara, ditangkap polisi.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
Dok Polres Butur
Paida (22) dan La Pengki (23), dua bersaudara yang berprofesi sebagai nelayan di Desa Ulunambo, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Butur, Provinsi Sultra, pelaku penganiayaan kepada siswa SMP. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,BUTONUTARA - Dua nelayan di Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), ditangkap polisi akibat mengeroyok seorang siswa Sekolah Menengah Pertama ( SMP ).  

Paida (22) dan La Pengki (23), dua bersaudara yang berprofesi sebagai nelayan di Desa Ulunambo, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Butur, Provinsi Sultra, tega mengeroyok KG (16), siswa asal Desa Erinere, Kecamatan Kulisusu Utara, Sabtu (14/8/2021), sekitar pukul 17.30 WITA.

Salah satu pelaku pengeroyokan ternyata merupakan residivis kasus pembunuhan, mengaku melakukan tindak pidana penganiayaan dalam kondisi mabuk akohol. 

Baca juga: Hasil Sanggahan CPNS 2021 Sultra Diumumkan Besok di SSCASN, Cara Lihat Pengumuman, Unduh Kartu Ujian

Baca juga: Beredar Isu Produk KFC Mengandung Bahan Haram, MUI Pastikan KFC Bersertifikat Halal

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Butur, Iptu Sunarton Hafala, mengatakan, peristiwa tindak pidana penganiayaan itu tercatat dalam laporan polisi nomor: LP/B/56/VIII/2021/Polda Sultra/Res.Buton Utara/SPKT.

"Benar, pada Sabtu (14/8/2021) telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama, oleh dua nelayan kepada seorang siswa," ujarnya lewat pesan Whatsapp Messenger, Minggu (15/8/2021).

Sunarton menguraikan, pengeroyokan bermula saat kedua pelaku mendatangi korban yang tengah berada di pondok kebun.

"Kedua pelaku menanyakan kepada korban, mengapa memalak saudari perempuan pelaku di sekolah. Namun korban menjawab  tidak pernah melakukan hal tersebut," tutur Sunarton.

Pelaku tidak terima pengakuan korban, lantas melakukan tindak pidana penganiayaan.

Melihat keberingasan pelaku, korban lalu melarikan diri di hutan dan berhasil pulang di rumah.

"Sampai di rumah dengan kondisi pelipis mata kiri memar, luka cakar pada leher," lanjut Sunarton.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved