Diperingati Setiap 14 Agustus, Berikut Sejarah Hari Pramuka

Untuk diketahui, peringatan Hari Pramuka jatuh pada tanggal 14 Agustus di setiap tahunnya.

Editor: Sugi Hartono
TRIBUN PEKANBARU/Theo Rizky
ILUSTRASI Pramuka 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Pada Sabtu (14/8/2021) diperingati Hari Pramuka ke-60.

Untuk diketahui, peringatan Hari Pramuka jatuh pada tanggal 14 Agustus di setiap tahunnya.

Dalam peringatan kali ini, tema yang diangkat ialah "Pramuka berbakti tanpa henti dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru dengan kedisiplinan dan kepedulian nasional".

Dikutip dari pramuka.id, Komjen Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk terus berbakti membantu, berbagi kepada sesama termasuk berbakti tanpa henti dalam perangi pandemi covid-19.

Baca juga: 7 Film tentang Pramuka, Rekomendasi Tontonan untuk Peringati Hari Pramuka 14 Agustus 2021

"Marilah kita berbakti tanpa henti mengupayakan agar jumlah masyarakat yang terpapar penyakit covid-19 semakin menurun", ujar Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekjen Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar S.IP., M.A.P saat menutup kegiatan vaksinasi dosis kedua di lingkungan Kwarnas Gerakan Pramuka bertempat di Aula Sarbini, Kompleks TRW, Cibubur, Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Sejarah Hari Pramuka

Mengutip laman Kemdikbud.go.id, organisasi Pramuka di Indonesia ditandai dengan munculnya cabang milik Belanda dengan nama Nederlandesche Padvinders Organisatie (NPO) pada tahun 1912.

Kemudian pada tahun 1916, berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIVP).

Di tahun yang sama, Mangkunegara VII membentuk Organisasi Kepanduan pertama Indonesia dengan nama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO).

Lahirnya JPO memicu gerakan nasional lainnya untuk membuat organisasi sejenis pada saat itu diantaranya Hizbul Wahton (HM) pada 1918, JJP (Jong Java Padvinderij) pada 1923, Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS) dan dan penyatuan organisasi pandu diawali dengan lahirnya INPO (Indonesische Padvinderij Organisatie) pada 1926.

Baca juga: Hari Pramuka, Mengenang Bapak Pramuka Indonesia Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sejarah Kepanduan

Organisasi tersebut dibuat sebagai peleburan dua organisasi kepanduan yakni Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

Melihat semakin banyaknya organisasi pramuka milik Indonesia, Belanda melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda mengguakan istilah Padvinder.

Oleh karena itu K.H Agus Salim memperkenalkan istilah “Pandu” atau “Kepanduan” untuk organisasi Kepramukaan milik Indonesia.

Pada 23 Mei 1928, muncul PAPI (Persaudaraan Antar Pandu Indonesia) yang anggotanya terdiri dari INPO, SIAP, NATIPIJ, PPS.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved