Berita Kendari
Intip Bangunan Masa Penjajahan Belanda di Kawasan Kota Lama Kendari, Rujab Gubernur Sultra Pertama
Mengenal sejumlah bangunan pada masa penjajahan Belanda di kawasan Kota Lama Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Fadli Aksar
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Mengenal sejumlah bangunan masa penjajahan Belanda di kawasan Kota Lama Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Beberapa peninggalan bangunan bersejarah itu meliputi Baparda yaitu gedung tempat diselenggarakannya pesta pernikahan masyarakat pada masa lalu.
Bangunan tersebut berlokasi di Jalan Lakidende No 98, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sekitar 20 meter dari bangunan Baparda, terdapat Rumah Pesanggrahan Belanda yang saat ini tampak rusak parah karena tak terurus.
Diketahui sebelum rusak parah, rumah tersebut sempat dijadikan Rumah Jabatan Gubernur Sultra pertama, Y Wayong hingga H Alala.
Pemegang amanah bangunan sekaligus RT setempat La Dana (66) mengatakan ia menjadi pemegang penuh amanah ke-3 bangunan tersebut saat beralihnya kepemimpinan Gubernur Sultra, Eddy Sabara ke Abdullah Silondae.
Baca juga: Baterai Mata, Situs Peninggalan Jepang di Kota Kendari, Pernah Tembak Jatuh Pesawat Amerika Serikat
"Sebelum Sulawesi Tenggara terpisah dari Sulawesi Selatan, rumah ini dulunya Pesanggrahan Belanda, itu yang saya dapatkan dari orang tua dulu," kata La Dana saat ditemui, Rabu (11/8/2021).
Kala itu, rumah tersebut dialihfungsikan sebagi Rumah Jabatan Gubernur Sultra pertama tahun 1965.
Selanjutnya sekitar 30 meter dari bangunan itu, terdapat Rumah Jabatan Komandan Tentara Belanda.
Saat ini bangunan itu difungsikan sebagai rumah Dinas Korem 143/Haluoleo dan telah mengalami renovasi pada tahun 2005 lalu.
Namun, walaupun telah direnovasi, setiap sudut rumah tersebut masih mempertahankan nuansa perumahan Belanda.
La Dana menjelaskan, seperti tinggi dinding rumah, jendela hingga pintu serta dapur yang masih memiliki cerobong asap.
Bukan hanya itu, La Dana bilang, dalam area halaman rumah tersebut juga terdapat gua tempat persembunyian para tentara Belanda yang saat ini telah tertutup.
"Dalam area perumahan tersebut ditemukan Bunker perumahan Korem karena letaknya di halaman bekas Rumah Jabatan Danrem 143/Haluoleo," jelasnya.
Tinggi bunker 152 cm dengan lebar 185 cm, sebagian konstruksinya tidak tampak lagi karena tertimbun tanah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/bangunan-pesanggrahan-belanda-di-jalan-lakidende-kelurahan-kandai-kecamatan-kendari.jpg)