Berita Muna

BPN Muna Diduga Lakukan Pungutan Liar Rp250 Ribu Untuk Biaya Pengukuran Tanah, Warga Mengeluh

Badan Pertanahan Nasional atau BPN Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga melakukan pungutan liar atau pungli kepada warga.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Tribunnews.com
Badan Pertanahan Nasional atau BPN Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga melakukan pungutan liar atau pungli kepada warga. Warga Desa Kamosope, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna pun mengeluhkan permintaan sejumlah uang tersebut. 

Meski demikian, mengakui pungutan Rp250 ribu cukup berat bagi sebagian warga Desa Kamosope.

Katanya, pungutan Rp250 ribu tidak dipaksakan tetapi warga tidak boleh mengukur lahan jika tak membayar.

"Kalau mau dipaksakan begitu, tidak. Mungkin itu besar sekali kasian dan belum mampu dengan Rp250 ribu itu, dan belum diukur lahannya," akunya.

Baca juga: Beredar Video di Facebook, Warga di Muna Bangun Pondasi di Tengah Jalan, Kecewa Tak Kunjung Diaspal

La Muhuri menambahkan, masyarakat dimintai Rp250 ribu untuk pengukuran lahan karena pemerintah desa tak memiliki porsi anggaran.

"Siapa mau anggarkan itu karena tidak dianggarkan di APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa). Karena itu secara tiba-tiba, tidak ada dalam RAPBDes, dan di Musrembang juga tidak ada," bebernya.

Hingga berita ini diterbitkan, Tribunnewssultra.com, belum bisa menghubungi pihak BPN Kabupaten Muna.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Sulawesi Tenggara, Elias Tedjo, belum dapat ditemui karena sedang rapat.

Seorang petugas penerima tamu di loket Kanwil BPN Provinsi Sultra, Irmayanti mengatakan, Elias Tedjo sudah rapat sejak pagi, dan kemungkinan selesai sore hari.

"Belum tahu kapan rapatnya selesai, mungkin sore. Jadi beliau tidak bisa ditemui," ujar wanita berkemeja putih tersebut.

Keluhan Warga

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Kamosope, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), keluhkan pungutan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) BPN.

Pungutan program pengukuran tanah oleh BPN Kabupaten Muna, bahkan mencapai Rp1 juta.

Seorang warga, Sardiman (25) mengatakan, warga telah mengeluh kepada kepala desa, tetapi diberitahu sudah sesuai aturan.

"Untuk masyarakat mengeluh sudah kepada kepala desa, hanya katanya sudah aturannya," ujar Sardiman di telepon, Senin (9/8/2021).

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved