Breaking News:

Berita Muna

BPN Muna Diduga Lakukan Pungutan Liar Rp250 Ribu Untuk Biaya Pengukuran Tanah, Warga Mengeluh

Badan Pertanahan Nasional atau BPN Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga melakukan pungutan liar atau pungli kepada warga.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Tribunnews.com
Badan Pertanahan Nasional atau BPN Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga melakukan pungutan liar atau pungli kepada warga. Warga Desa Kamosope, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna pun mengeluhkan permintaan sejumlah uang tersebut. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, MUNA - Badan Pertanahan Nasional atau BPN Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga melakukan pungutan liar atau pungli kepada warga.

Warga Desa Kamosope, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna pun mengeluhkan permintaan sejumlah uang tersebut.

Para warga pun bertanya ke pemerintah desa setempat mengenai hal itu.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kamosope, La Muhuri menyebut, biaya itu untuk untuk makan minum saat pengukuran tanah petugas BPN Muna.

Dketahui, warga Desa Kamosope, Kabupaten Muna, mengeluhkan pungutan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk memperoleh sertifikat tanah gratis dari BPN.

Pungutan program pengukuran tanah oleh BPN Kabupaten Muna, bahkan mencapai Rp1 juta.

"Itu untuk biaya pengukuran, mulai dari makanan, minuman, kami juga merokok di situ, yang mengantar juga," ujarnya lewat telepon, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Warga Desa Kamosope Muna Keluhkan Pungutan Prona BPN hingga Rp1 Juta, Pakar Hukum: Indikasi Pungli

Ia membenarkan biaya pengukuran senilai Rp250 ribu per lahan.

Juga tidak membantah jika warga membayar sampai Rp1 juta karena mengukur empat lahan.

Menurutnya, pungutan Rp250 ribu perlahan itu seudah disepakati lewat rapat desa pada awal Agustus 2021.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved