Breaking News:

Berita Muna

Warga Desa Kamosope Muna Keluhkan Pungutan Prona BPN hingga Rp1 Juta, Pakar Hukum: Indikasi Pungli

Pungutan program pengukuran tanah oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Muna, bahkan mencapai Rp1 juta.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Laode Ari
Tribunnews.com
Sertifikat tanah. Warga Desa Kamosope Kecamatan Pasir Putih Kabupaten Muna keluhkan pungutan program pengukuran tanah oleh BPN mencapai Rp1 juta. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,MUNA - Warga Desa Kamosope, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), keluhkan pungutan proyek operasi nasional agraria atau prona dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Pungutan program pengukuran tanah oleh BPN Kabupaten Muna, bahkan mencapai Rp1 juta.

Seorang warga bernama Sardiman (25), mengatakan, warga telah mengeluh kepada kepala desa, tetapi diberitahu sudah sesuai aturan.

"Untuk masyarakat mengeluh sudah kepada kepala desa, hanya katanya sudah aturannya," ujar Sardiman di telepon, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Sultra Belum Masuk Kriteria Pengurusan Sertifikat Tanah Elektronik, Ini yang Dilakukan BPN Kendari

Sardiman menjelaskan, pada saat pengukuran tanah BPN meminta per satu lahan membayar Rp250 ribu.

Artinya, jika empat lahan harus membayar Rp1 juta.

"Saya sendiri membayar Rp750 ribu karena tiga lahan yang diukur. Kalau tetangga saya ada yang membayar Rp1 juta karne mengukur empat lahan," urainya.

Menurutnya, banyak yang tidak bisa dijelaskan dalam pembayaran pengukuran tanah oleh BPN.

Mulai dari tidak adanya kwitansi bukti pembayaran pengukuran tanah.

Juga tidak ada kriteria besaran pembayaran atas tanah yang telah diukur.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved