Suami Istri Cekcok sampai Bakar Rumah, Malah 38 Rumah Warga Lainnya Ikut Hangus Terbakar
Peristiwa kebakaran besar terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kebakaran itu menghanguskan setidaknya 38 rumah warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/kebakaran-di-punggaluku-konawe-selatan.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Peristiwa kebakaran besar terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Kebakaran itu menghanguskan setidaknya 38 rumah warga.
Tepatnya di wilayah RT 002 RWI Kelurahan Tumbang Rungan, Kecamatan Pahandut.
Baca juga: Pasutri 21 Tahun Nekat Begal Taksi Online, Istri Jadi Dalang, Suami: Salah Saya Kami Tak Punya Uang
Penyebabnya diduga karena suami istri cekcok urusan perselingkuhan.
Kebakaran diawali dari pertengkaran atau cekcok suami istri yang berbuntut pada pembakaran rumah pribadi namun merambat membakar puluhan bangunan lainnya.
Api berkobar besar karena selain bangunan yang ada berbahan kayu dan semi permanen, angin saat itu juga kencang.
Akibatnya, sebanyak 30 rumah, 2 bangunan sarang burung walet, 1 TPA, dan 5 warung dalam waktu tidak lama menjadi puing.
Baca juga: Suami Ikat Tangan Istri agar Tak Bisa Menolong saat Dirinya Bunuh Diri, Ditemukan Tewas Tergantung
"Apinya tiba-tiba membesar hingga menjalar ke banyak bangunan," ujar salah seorang warga, Rusli.
Unit Inafis Satreskrim Polresta Palangkaraya telah melakukan olah TKP di lokasi kebakaran.
Mereka juga seorang pria yang diduga sebagai penyebab terjadinya kebakaran hebat yang menghanguskan puluhan rumah warga Tumbang Rungan.
Informasi terhimpun menyebutkan, kebakaran terjadi awalnya dari rumah Abd (46) yang secara tiba-tiba membesar setelah terjadi cekcok antara Abd dan istrinya, N (43) soal masalah keluarga,
Selang tidak beberapa lama muncul api besar dari rumah tersebut hingga merembet membakar 38 bangunan di sekitarnya.
Baca juga: Suami Istri Dianiaya Sadis 9 Teman Kerja, Dipukuli Lalu Disulut Besi Panas sampai Istri Tewas
Ketua RT 02 Kelurahan Tumbang Rungan, Agustinus menyatakan, pihaknya menduga kebakaran yang menghanguskan puluhan bangunan di wilayahnya tersebut akibat ulah warganya yang suka mabuk dan nekat membakar rumahnya.
"Dia memang suka mabuk dan berbuat nekat," ujarnya.
Kabarnya, emosi Abd memuncak setelah dituding berselingkuh oleh istrinya.
Dia mengamuk dan menyiramkan bensin ke kasur yang ada di kamar.
Tak berhenti di situ, Abd kemudian menyulutnya dengan korek api sehingga api membakar rumahnya dan puluhan bangunan di sekitarnya.
Kapolresta Palangkaraya, Kombes Pol Sandi Mustofa, melalui Kasat Reskrim Polresta Palangkaraya, Kompol Todoan Agung Gultom, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah mengamankan Abd (46).
Selain Abd, juga diamankan barang bukti berupa sisa kasur yang terbakar dari rumah yang ditempati Abd dan istrinya.
"Kami masih melakukan pendalaman kasus ini, pekakunya sudah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut," ujarnya.
Nenek Tinggal Seatap dengan Kandang Domba setelah Rumah Dibakar Anaknya
Nasib nahas menimpa seorang nenek bernama Kokom (70).
Kokom kehilangan rumahnya yang habis dibakar anaknya.
Adapun anak Kokom adalah orang dengan gangguan jiwa.
Baca juga: Pria 60 Tahun Rudapaksa Kambing sampai Mati, Pemilik Kambing Lihat Pelaku Kabur Nyaris Tanpa Busana
Baca juga: Bayi Umur 1 Tahun Tewas Terbakar, Berawal dari Rumah Sekaligus Bengkel yang Kebakaran
Kini Kokom terpaksa tinggal di sebuah saung yang satu atap dengan kandang domba.
Bukan hanya sekali, sudah dua kali rumah panggung milik nenek renta terebut dibakar anaknya.
Kokom hidup prihatin bersama anaknya di Kampung Babakan/Cikorobokan RT 02/05, Desa Cikidangbayang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Baca juga: Diduga gara-gara Sakit Bisul, Petani Tewas Gantung Diri di Dekat Kandang Kambing
Tempat tinggal berdampingan dengan kandang domba.
Setiap hari, ia menjadi buruh tani untuk menghidupi diri dan anaknya.
Terkadang ia harus membuat bubur agar beras yang ia dapatkan bisa dihemat untuk esok hari.
"Saya sudah dua tahun 7 bulan tinggal di sini, itu setelah rumah saya dua kali dibakar anak saya sendiri," kata Kokom, Minggu (1/8/2021).
Baca juga: Mobil Tiba-tiba Mati di Tengah Rel hingga Dihantam Kereta, Suami Istri Selamat
Kokom mengatakan, anaknya kini sudah berangsur membaik.
Kendati belum bisa melakukan apapun tapi anaknya sudah tak mengamuk lagi.
"Dulu sempat dibawa ke Bandung dan diberi obat, kini sudah dua bulan tak minum obat lagi," kata Kokom.
Menurutnya, anaknya suka melamun sendiri jika obat tersebut diminum.
Makanya beberapa pekan ini anaknya tersebut tak diberi obat lagi.
Kokom mengatakan, dirinya sempat mendapatkan bantuan BPNT sebanyak tiga kali.
Baca juga: Korbannya Lebih Galak, Preman Akhirnya Dibentak-bentak Sopir Truk hingga Video Viral
Tetapi kini dirinya tidak mendapatkannya lagi.
"Kalau sedang ada yang menyuruh saya bisa mendapat upah Rp 40 ribu sehari dari buruh tani, itu cukup untuk beli beras," kata Kokom.
Ia selalu bersyukur badannya masih kuat untuk menjadi buruh tani dan mencari rumput untuk domba titipan yang berada di saungnya.
"Saya hanya berdoa semoga sehat saja, Pa, supaya bisa terus merawat anak saya," kata Kokom.
Dalam benak Kokom, ia ingin memeriksakan kondisi anaknya saat ini, tetapi terkendala biaya.
"Sekarang sudah berani meninggalkan rumah agak lama karena anak saya terlihat sudah membaik," katanya. (TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin) (TribunKalteng.com/Fathurahman)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Kisah Kokom dan Anaknya, Tinggal Satu Atap dengan Kandang Domba, Sang Anak Alami Gangguan Jiwa di Tribunkalteng.com dengan judul Kebakaran di Palangkaraya, Gegara Cekcok Suami Istri, 38 Bangunan di Tumbang Rungan Dilalap Api