Kadishub Sultra Tersangka

Kronologis Kasus Kadishub Sultra Hado Hasina dan Dosen UHO Kendari Ditahan Kejati, Peran Tersangka

Berikut kronologis kasus dugaan korupsi yang menjerat Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara (Kadishub Sultra) Hado Hasina dan dosen UHO Kendari.

Editor: Aqsa
Handover
Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara (Kadishub Sultra) Hado Hasina. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kronologis kasus korupsi yang diduga menjerat Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara (Kadishub Sultra) Hado Hasina dan Dosen UHO Kendari.

Kadishub Sultra itu kini ditahan pihak Kejaksaan Tinggi atau Kejati Sultra bersama salah satu dosen di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari berinisial LA.

Hado Hasina dan LA menjalani penahanan di Rumah Tahanan atau Rutan Kelas IIA Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), sejak Rabu 28 Juli 2021.

Penahanan dilakukan setelah keduanya sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek studi rekayasa lalu lintas di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sultra.

Proyek tersebut dikerjakan Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara atau Dishub Sultra bekerja sama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UHO Kendari.

Baca juga: Kadis Perhubungan Sultra Hado Hasina Ditahan Kejaksaan, Terseret Dugaan Korupsi Rekayasa Lalu Lintas

“Jadi keduanya sekarang berstatus tahanan jaksa. Ditahan selama 20 hari di Rutan Kendari,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sultra Dody kepada TribunnewsSultra.com.

Kedua tersangka akan menjalani masa tahanan selama 20 hari sembari menunggu persidangan perkara.

Penahanan Hado Hasina dan LA dilakukan bersamaan pelimpahan berkas perkara dua tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pelimpahan berkas perkara dugaan korupsi proyek studi rekayasa lalu lintas di Kabupaten Wakatobi tersebut dilakukan pada Rabu 28 Juli 2021.

Setelah pelimpahan berkas perkara tersebut, kedua tersangka langsung diantar ke Rutan Kendari.

Selanjutnya, kata Dody, JPU bakal melimpahkan berkas perkara kedua tersangka ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Tipikor dalam jangka waktu 20 hari.

“Kepastian kapan sidang itu belum ada jadwalnya. Nanti ditunggu saja perkembangan perkara,” jelas Dody.

Untuk diketahui, Hado Hasina dan LA dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Keduanya ditetapkan tersangka dugaan korupsi proyek studi rekayasa lalu lintas di Kabupaten Wakatobi sejak Maret 2021 lalu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved