Breaking News:

Berita Baubau

Buruh Pelabuhan di Baubau Jadi Tersangka Pemalsu Sertifikat Vaksin, Terancam 6 Tahun Penjara

Kepolisian Resor (Polres) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), menetapkan buruh pelabuhan sebagai tersangka pemalsuan sertifikat vaksin

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Handover
Terduga pelaku makelar surat vaksin dan hasil swab antigen palsu ditangkap petugas Polres Baubau. Kepolisian Resor (Polres) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), menetapkan buruh pelabuhan sebagai tersangka pemalsuan sertifikat vaksin dan surat keterangan hasil swab antigen. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Kepolisian Resor (Polres) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), menetapkan buruh pelabuhan sebagai tersangka pemalsuan sertifikat vaksin dan surat keterangan hasil swab antigen.

Pelaku pun terancam 6 tahun penjara.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Baubau, IPTU Nadjamuddin, membenarkan penetapan tersangka tersebut.

Adapun tersangka dalam kasus ini adalah lelaki berinisial A (40), seorang buruh Pelabuhan Murhum Kota Baubau.

Namun Nadjamuddin tidak merincikan waktu penetapan tersngka.

"Iya, pelaku A sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya lewat pesan Whatsapp Messenger, Kamis (28/7/2021).

Nadjamuddin menambahkan, pelaku telah mengakui pembuatnya.

Baca juga: Makelar Sertifikat Vaksin Palsu Ditangkap, Kapolres Baubau: Pelaku Pungut Biaya Rp1,2 Juta Per Orang

Baca juga: KRONOLOGI Buruh Pelabuhan di Baubau Jual Sertifikat Vaksin dan Surat Keterangan Hasil Swab Palsu

Atas perbuatannya, penyidik Polres Baubau menjerat pelaku dengan pasal 263 dan atau 266 KUHP.

"Ancamannya kurungan penjara selama 6 tahun," imbuhnya.

Untuk diketahui, Polres Baubau menangkap pelaku pemalsu sertifikat vaksin dan surat keterangan hasil swab antigen, Selasa (27/7/2021) malam.

Perbuatan pelaku diketahui setelah Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Sorong, menciduk 26 penumpang KM Sinabung mengantongi sertifikat vaksin dan surat keterangan antigen palsu.

Dokumen perjalanan laut palsu tersebut digunakan 26 penupang untuk ikut berlayar menggunakan jasa PT Pelni, dari Kota Baubau ke Kota Sorong, Papua Barat. (*)

(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved