Breaking News:

UKM Mahasiswa UHO Beri Penyuluhan Kelola Limbah Kopra Kepada Wanita di Desa Lambangi Konsel

Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM Ketahanan Nasional UHO memberikan penyuluhan untuk solusi pengelolaan kopra bagi warga di Konawe Selatan.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Laode Ari
Istimewa
Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) tahun 2021 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ketahanan Nasional di Desa Lambangi Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM Ketahanan Nasional UHO memberikan penyuluhan solusi pengelolaan limbah kopra bagi warga di Konawe Selatan.

Penyuluhan yang dicanangkan dalam Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa atau PHP2D unit Kegiatan Mahasiswa beetempat di Desa Lambangi Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).   

Menurut dosen penyuluhan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo selaku dosen pembimbing tim PHP2D UKM Ketahanan Nasional UHO, Nur Isiyana Wianti, solusi tersebut didasari dari hasil identifikasi bersama masyarakat sekitar.

Dari hasil tersebut, kata Isiyana, menemukan beragam permasalahan antara lain dampak musim angin timur bagi mata pencaharian penduduk khususnya perempuan yang kehilangan pendapatan.

"Ada permasalahan lain yaitu perkebunan kelapa yang menjadi tambahan penghasilan rumah tangga di Desa Lambangi ini menghasilkan limbah berupa batok dan sabut kelapa yang tidak didayagunakan," ucapnya, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Pembekalan KKN Tematik UHO Kendari, Mahasiswa Farmasi Dimintai Bantu Masyarakat Cegah Covid-19

Baca juga: Goes To Campus, KLC OJK Sultra Edukasi Perlindungan Konsumen atas Investasi Bodong ke Mahasiswa UHO

Sehingga dari permasalahan tersebut inovasi yang akan diperkenalkan oleh Tim PHP2D kepada perempuan di desa Lambangi adalah pengelolaan limbah tersebut menjadi produk briket dan wadah tanaman hias.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran mahasiswa membangun daerah-daerah pedesaan dan wilayah terpencil di Sultra. 

"Untuk UHO sasarannya daerah pedesaan yang bisa di jangkau paling jauh sekira 2 jam dari kampus," ujar dosen pembimbing tim PHP2D UKM Ketahanan Nasional UHO.

Diketahui sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) beri bantuan Rp40 Juta ke dua lembaga mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO).

Bantuan tersebut dalam Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) tahun 2021.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved