Sabtu, 25 April 2026

KPK Laporkan Aksi Penembakan Sinar Laser, ICW Desak Dewas KPK Ambil Sikap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah melaporkan aksi penembakan sinar laser ke pihak kepolisian.

Tayang:
Editor: Sugi Hartono
zoom-inlihat foto KPK Laporkan Aksi Penembakan Sinar Laser, ICW Desak Dewas KPK Ambil Sikap
Tribunnews.com/Aqodir
Ilustrasi gedung KPK 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah melaporkan aksi penembakan sinar laser ke pihak kepolisian.

Dilansir dari Tribunnews.com, aksi penembakan laser dilakukan oleh organisasi masyarakat sipil Greenpeace Indonesia ke Gedung Merah Putih KPK di Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Senin (28/6/2021) petang.

Pelaporan tersebut pun menyita perhatian berbagai pihak termasuk Indonesia Corruption Watch (ICW).

Dalam pernyataannya, ICW meminta agar Dewan Pengawas KPK dapat mengambil sikap terkait laporan tersebut.

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, ditembaki laser, Senin (28/6/2021) petang membentuk beberapa tulisan di antaranya Berani Jujur Pecat
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, ditembaki laser, Senin (28/6/2021) petang membentuk beberapa tulisan di antaranya Berani Jujur Pecat (Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama)

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan, hal itu dikarenakan pelapor yang diduga merupakan pegawai KPK telah melanggar kode etik yang tertuang dalam Peraturan Dewas.

Peraturan yang dimaksud yakni pada Pasal 7 ayat (2) huruf d PerDewas Nomor 02 Tahun 2020.

Baca juga: ICW Soroti Tuntutan 5 Tahun Penjara Edhy Prabowo: KPK Era Firli Bahuri Enggan Tindak Keras Politisi

Pada aturan tersebut dinyatakan, dalam mengimplementasikan Nilai Dasar Profesionalisme, setiap Insan Komisi dilarang merespons kritik dan saran secara negatif dan berlebihan.

"Untuk itu, Dewan Pengawas mesti segera bertindak menyikapi pelaporan ini," kata Kurnia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/7/2021).

Lebih lanjut kata dia, pelaporan ini juga merupakan bentuk gambaran ketidakmampuan KPK dalam menutupi sengkarut penyelanggaraan tes wawasan kebangsaan (TWK).

Semestinya aksi penembakan laser yang diketahui dilakukan oleh organisasi masyarakat sipil Greenpeace Indonesia tersebut harus dijawab oleh KPK bukan dilaporkan ke pihak kepolisian.

Baca juga: KPK Laporkan Aksi Penembakan Sinar Laser ke Polres Jaksel

Sebab, kata dia, aksi ini diyakini merupakan respon dari masyarkat atas polemik KPK soal penyelenggaraan TWK dalam rangka alih status pegawai KPK menjadi ASN.

"Aksi ini, dipandang sebagai respon masyarakat atas problematika KPK yang harus dijawab, bukan justru melaporkan ke polisi," ucapnya.

Tak hanya itu, Kurnia menilai langkah KPK tersebut telah membungkam atau memberangus sistem demokrasi Indonesia.

Hal itu didasarkan pada Pasal 28 E ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

"Jadi, pelaporan itu dapat dianggap sebagai upaya untuk memberangus demokrasi," ucapnya.

Baca juga: Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta Episode Rabu, 21 Juli 2021

Lebih jauh, Kurnia menyebut sikap KPK yang melaporkan Greenpeace ke kepolisian menunjukkan bahwa lembaga antirasuah pimpinan Firli Bahuri tersebut anti kritik bahkan otoriter.

"Pelaporan terhadap masyarakat sipil yang dilakukan oleh KPK ke Polres Jakarta Selatan akan dicatat sejarah sebagai bukti bahwa KPK di bawah komando Firli Bahuri benar-benar telah berubah menjadi lembaga otoriter dan bersikap anti kritik," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan peristiwa penembakan sinar laser ke Gedung Merah Putih.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menerangkan, pelaporan dilakukan melalui tim biro umum ke Polres Jakarta Selatan.

"Terkait peristiwa penyinaran laser ke arah Gedung KPK pada tanggal 28 Juni 2021 sekitar pukul 19.05 WIB oleh pihak ekternal, benar, KPK melaui biro umum telah melakukan koordinasi dan pelaporan kepada Polres Jakarta Selatan," terang Ali dalam keterangannya, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Sinopsis Drama Korea Hometown Cha-Cha-Cha: Dibintangi Kim Seon Ho dan Shin Min Ah, Tayang 28 Agustus

Ali menjelaskan, pelaporan dilakukan karena komisi antikorupsi menilai telah ada potensi kesengajaan melakukan gangguan ketertiban dan kenyamanan operasional perkantoran KPK sebagai objek vital nasional yang dilakukan oleh pihak eksternal tersebut.

Padahal, tambahnya, petugas keamanan KPK dan pengamanan objek vital Polres Jakarta Selatan yang berjaga pada saat itu telah melakukan pelarangan dan mengingatkan kepada pihak-pihak eksternal tersebut.

"Mengingat kegiatannya dilakukan di luar waktu yang ditentukan dan tidak ada izin dari aparat yang berwenang. Namun pihak-pihak tersebut tetap melakukannya dengan berpindah-pindah lokasi," kata Ali.

Saat ini, Ali berujar, KPK menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Polres Jakarta selatan untuk menindaklanjutinya.

"Kami berharap kepada semua pihak untuk senantiasa tertib dan menjaga kenyamanan lingkungan," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul ICW Desak Dewas KPK Bertindak Menyikapi adanya Laporan soal Penembakan Laser,

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved