Breaking News:

Virus Corona

Belum Ada Izin Edar, BPOM Minta Semua Pihak Tidak Promosikan Ivermectin untuk Terapi Covid-19

BPOM meminta semua pihak termasuk produsen obat untuk tidak mempromosikan Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19.

Editor: Clarissa Fauzany
Handover
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta semua pihak termasuk produsen obat untuk tidak mempromosikan Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19.

Diketahui sebelumnya, Ivermectin dipromosikan sebagai obat untuk terapi bagi pasien Covid-19.

Kendati demikian, menurut BPOM penggunaan Ivermectin masih dalam proses uji klinik yang diperluas melalui skema Expanded Access Program (EAP).

ILUSTRASI. Obat anti parasit Ivermectin produksi Indofarma (INAF).
ILUSTRASI. Obat anti parasit Ivermectin produksi Indofarma (INAF). (Kontan)

Dijelaskan, EAP merupakan skema yang memungkinkan perluasan penggunaan suatu obat yang masih berada dalam tahap uji klinik untuk dapat digunakan di luar uji klinik yang berjalan.

"Ditekankan kepada Industri Farmasi yang memproduksi obat tersebut dan pihak manapun untuk tidak mempromosikan obat tersebut, baik kepada petugas kesehatan maupun kepada masyarakat," tulis tulis BPOM dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: RESMI Surat Edaran Wali Kota Kendari Terkait Perpanjangan PPKM Mikro di Kota Kendari, 15 Poin Aturan

Baca juga: 4 Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik setelah Idul Adha: Perbanyak Syukur dan Doa

Di sisi lain, BPOM juga menegaskan bahwa persetujuan penggunaan obat melalui EAP bukan merupakan izin edar atau Emergency Use Authorization (EUA).

Penggunaan obat yang digunakan melalui skema EAP harus dilakukan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit atau Puskesmas) yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan, serta menggunakan dosis dan aturan pakai yang sama dengan yang digunakan dalam uji klinik.

"Mengingat Ivermectin adalah obat keras dan persetujuan EAP bukan merupakan persetujuan Izin Edar," lanjut keterangan tersebut.

Dilansir dari Tribunnews.com, Badan POM perlu melakukan pengawasan untuk mengawal distribusi Obat EAP hanya dilakukan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang disetujui.

Pemilik Persetujuan dan Penyedia Obat EAP wajib melakukan pemantauan farmakovigilans dan pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) maupun Efek Samping Obat (ESO), serta melakukan pencatatan dan pelaporan setiap bulan terkait pengadaan, penyaluran, dan penggunaan Obat EAP kepada Badan POM.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BPOM Larang Promosi Ivermectin sebagai Obat Terapi Covid-19,

(Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved