Breaking News:

Merasa Tanda Tangan Dipalsukan, Seorang Kontraktor Polisikan Pejabat Kemenag Sultra

Dugaan pemalsuan tanda tangan kontraktor yang dilakukan pejabat Kanwil Kemenag Sultra, dilaporkan di Kepolisian Daerah (Polda).

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
Tribunnews.com
ILUSTRASI tangan diborgol 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Merasa tanda tangan dipalsukan, seorang kontraktor proyek polisikan pejabat Penyedia Barang dan Jasa (Barjas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dugaan pemalsuan tanda tangan kontraktor yang dilakukan pejabat Kanwil Kemenag Sultra, dilaporkan di Kepolisian Daerah (Polda).

Laporan polisi kasus tersebut bernomor: LP/B/395/VII/2021/SPKT Polda Sultra.

Dalam uraian laporan dituliskan, telah terjadi tindak pidana pemalsuan surat dilakukan terlapor H (laki-laki) terhadap korban I (laki-laki).

Kronologi

Dalam laporan polisi yang diterima tribunnewssultra.com dari Humas Polda Sultra dijelaskan kronologi terjadinya dugaan pemalsuan dokumen tersebut.

Pada 20 Juni 2021, I ikut serta dalam lelang proyek Aula Kedatangan Arafah di Asrama Haji Kendari.

I mendaftarkan perusahaan miliknya, CV IKP untuk memenangkan proyek konstruksi gedung yang berlokasi di bilangan Jl Wulele, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Saat itu I menawar pembangunan Aula Kedatangan Arafah senilai Rp10.691.164.300.

Baca juga: Seorang Wanita Diduga Tipu Perusahaan BBM di Kendari, Kerugian Hingga Rp 3,040 Miliar

Baca juga: Catat! Polda Sultra Butuh 757 Relawan Vaksinasi Upah Harian Rp200 Ribu, Ini Syarat & Lokasi Tugas

Pada 1 Juni 2021, ia dinyatakan sebagai pemenang lelang proyek di Kanwil Kemenag Sultra tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved