Breaking News:

Istri Gubernur Sultra Berpulang

Sosok Agista Ariany Bagi Pengurus Sekolah Khusus Kendari: Sebagai Bunda Autis yang Peduli Pendidikan

Sosok Agista Ariany, Istri Gubernur Sultra Ali Mazi di mata Pengurus Sekolah Khusus Negeri atau SKhN 1 Kendari.

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
Istimewa
Pengajar SKhN 1 Kendari bersama Agista Ariany Bombay, dalam Pertemuan seputar persiapan menghadapi tahun ajaran baru di tengah masa pandemi, (3/7/2020) lalu. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sosok Agista Ariany, Istri Gubernur Sultra Ali Mazi di mata Pengurus Sekolah Khusus Negeri atau SKhN 1 Kendari.

Agista Ariany meninggal dunia di Rumah Sakit Bahteramas, Kendari usai menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Covid-19 gedung VVIP.

Sesaat sebelum meninggal, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra ini sempat kritis dengan saturasi oksigen sampai 74.

Agista Ariany pun tak bisa diselamatkan meski telah dibantu mesin ventilator, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pukul 17.30 WITA.

Baca juga: Sosok Agista Ariany di Mata Pelatih-Atlet Muay Thai, IMI, Silat, Takraw: Ramah, Keibuan, Pengayom

Baca juga: Kenangan Para Pelatih Atlet saat Ketua KONI Sultra Agista Persiapkan Keberangkatan ke PON Papua 2021

Kepala SKhN 1 Kendari Sri Muliati (51) mengaku saat mendengar kabar duka itu dirinya kaget, dan hingga saat ini masih sedih berduka karena kehilangan Sosok Agista. 

Ia menyampaikan kesan tentang almarhumah Agista Ariany, yang semasa hidupnya terkenal sebagai Bunda Autis

Sekaligus seorang ibu pejabat berjiwa sosial, serta ramah terhadap semua kalangan. 

Agista Ariany saat foto bersama denagan para siswa dan pengajar di Sekolah Khusus Negeri atau SKhN 1 Kendari.
Agista Ariany saat foto bersama denagan para siswa dan pengajar di Sekolah Khusus Negeri atau SKhN 1 Kendari. (Istimewa)

"Meskipun dia sibuk dengan berbagai acara dan kegiatan, wajah yang penuh senyum serta ramah tetap terpancar," kata Sri melalui via telepon, Kamis (15/7/2021). 

Selain itu, menurut Sri, Agista sangat peduli terhadap kemajuan pendidikan.

Baik pendidikan umum maupun pendidikan anak luar biasa.

Sri mengenal sosok Agista sebagai sosok yang selalu menerima saran demi pendidikan, khususnya anak berkebutuhan khusus. 

"Itu sekilas kesan dari kami mengenai sosok Almarhumah. Tentunya masih banyak lagi kebaikan-kebaikannya yang pernah dilakukan," ujarnya.

Tak lupa ia juga turut mendoakan Agista. 

"Kebaikan, keramahannya akan kami kenang selamanya. Semoga Almarhumah meninggal dalam Husnul khotimah serta di tempatkan di sisi-Nya Aamiin ya rabbal 'alamin," tutupnya. (*) 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved