Breaking News:

Istri Gubernur Sultra Berpulang

Penjelasan Keluarga Agista Ariany Terkait Kabar Penyebab Istri Gubernur Sultra Berpulang

Agista Ariany Bombay dikabarkan meninggal dunia saat dirawat karena tertular Covid-19, namun sebelum itu simpang siur berita dari Dinas Kominfo Sultra

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
handover
Gubernur Sultra Ali Mazi di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Selasa (13/07/2021), menunggu pemulasaran istri Agista Ariany Bombay yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Kendari. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pihak keluarga Agista Ariany Bombay meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait penyebab meninggalnya istri Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi tersebut.

Istri Gubernur Sultra itu meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Bahteramas Kendari pada Selasa 13 Juli 2021.

“Setelah dirawat di rumah sakit, beredar berita tentang Ibu Agista yang terserang Covid-19, namun selanjutnya kembali beredar berita pula ditepisnya berita tersebut,” kata Asrun Lio yang mewakili keluarga Gubernur Ali Mazi dalam keterangan tertulis yang diterima TribunnewsSultra.com, Kamis 15 Juli 2021.

Menurutnya, sumber berita tersebut seluruhnya tidak berasal dari pihak keluarga Almarhumah.

“Maka melalui kesempatan ini, perkenankan atas nama keluarga besar Almarhumah Agista Aryani Ali Mazi, menyampaikan bahwa tidak adanya informasi resmi dari keluarga tentang sakit yang diderita oleh Almarhumah,” jelas Asrun Lio yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Kadis Dikbud Sultra tersebut.

Baca juga: Minta Masyarakat Sultra Doakan Agista Ariany, Ini Alasan Minim Kabar Istri Gubernur Ali Mazi Dirawat

Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena keadaan Ibu Agista Aryani Ali Mazi yang dalam kondisi fisik menunjukkan keceriaan dan ketegarannnya.

“Pertimbangan oleh Almarhumah sendiri yang tidak ingin merisaukan keluarga dan masyarakat yang menghubungkan pernyakit beliau dengan adanya pandemi Covid-19 di Sulawesi Tenggara, sehingga dapat menyebabkan timbulnya kekhawatiran yang berlebihan,” ujarnya.

Menurut Asrun, di saat negara Indonesia dilanda pandemi Covid-19 awal tahun 2020, seluruh masyarakat Indonesia harus patuh pada protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Seluruh aktivitas perjalanan dan tugas-tugas, masyarakat harus taat protokol kesehatan (prokes).

Tanpa terkecuali Agista Aryani yang dalam setiap aktivitasnya taat pada protap dan prokes.

“Namun kegemarannya untuk berinteraksi dengan masyarakat meskipun taat pada prokes pun tak dapat mengendalikan takdir yang telah ditentukan oleh Sang Pemilik Hidup Allah SWT,” katanya.

Asrun menambahkan pribadi Agista Aryani yang sangat ceria dan tegar itupun tetap diperlihatkan meskipun mengetahui dirinya sakit.

“Oleh sebab itu atas permintaan pribadi beliau ingin memisahkan diri dari keluarga untuk dirawat di rumah sakit,” jelasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved