Breaking News:

Banjir di Konawe Utara

Pengakuan Korban Banjir di Konawe Utara, Sebut Kubangan Tambang Jebol hingga Rendam Pemukiman Warga

Musibah yang terjadi pada Minggu (11/7/2021) malam ini, disebabkan air yang berasal dari kubangan perusahaan pertambangan nikel jebol. 

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
handover
Banjir bandang disertai longsor melanda Desa Tapunggaeya, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (11/7/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONUT - Banjir bandang disertai longsor memaksa warga Desa Tapunggaea, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulalwesi Tenggara (Sultra) mengungsi

Musibah yang terjadi pada Minggu (11/7/2021) malam ini, disebabkan air yang berasal dari kubangan perusahaan pertambangan nikel jebol. 

Saat ini warga diminta mengungsi, pemerintah daerah setempat mengimbau waspada potensi longsor susulan. 

Arif Molowu, seorang warga Desa Tapunggaea mengatakan, air hujan deras tertampung di kubangan perusahaan tambang dekat pemukiman warga. 

Pada malam hari, kubangan itu jebol sehingga air berserta lumpur merendam pemukiman warga. 

"Itu kubangannya berada di bukit dekat pemukiman warga. Pas jebol langsung menghantam desa," ujarnya lewat panggilan telepon, Senin (12/7/2021) malam. 

Ia menjelaskan, kubangan itu merupakan bekas galian tambang nikel salah satu perusahaan. 

Baca juga: Video Detik-detik Banjir Konawe Utara, Kondisi Terkini di Konut, 4 Desa Terdampak, 2 Desa Terisolir

"Perusahaan PT DY ini sudah beroperasi sejak 2019, dua tahun yang lalu," jelasnya. 

Ia menambahkan, PT DY merupakan kontraktor pertambangan menjual ore nikel seusai dikeruk dari hutan Dasa Tapunggaea. 

Ia membeberkan, sedikitnya ada 5 perusahaan tambang yang mengeksploitasi hutan Desa Tapunggaea

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved