Breaking News:

Virus Corona

Bakal Segera Dijual Bebas di Kimia Farma, Vaksin Covid-19 Berbayar Tuai Kritikan

Komisi IX DPR RI sebut belum ada pembahasan antara pemerintah bersama DPR terkait vaksin Covid-19 berbayar.

Editor: Clarissa Fauzany
REUTERS via BBC INDONESIA
Ilustrasi vaksin Covid-19. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Vaksin Covid-19 berbayar akan segera diperjualbelikan melalui Kimia Farma.

Dilansir dari Tribunnews.com, vaksin Covid-19 berbayar rencananya akan mulai dijual bebas pada Senin (12/7/2021) esok.

Namun kebijakan vaksin berbayar ini rupanya turut menuai kritikan dari sejumlah pihak.

Satu di antaranya ialah dari anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP Anas Thahir.

Baca juga: Kebakaran Gudang Puskesmas di Jakarta: 1.000 Dosis Vaksin Covid-19 Ludes Terbakar

Dijelaskan, hingga kini belum pernah ada pembahasan terkait vaksin berbayar.

Ia menyebut selama ini pemerintah hanya bicara soal vaksin gratis dan vaksin gotong royong kepada DPR.

"Yang dimaksud vaksin gorong royong karena vaksin tersebut dibeli oleh para pengusaha kemudian digratiskan untuk seluruh karyawannya," kata Anas kepada wartawan, Minggu (11/7/2021).

Anas menilai, vaksin berbayar individual ini akan membuat kacau situasi karena bisa membuka ruang bagi kelompok tertentu untuk bermain-main di atas penderitaan rakyat yang sedang berjuang melawan pandemi Covid-19.

Baca juga: Perusahaan BUMN Jualan Vaksin, Pidato Janji Jokowi Gratiskan Vaksin untuk Masyarakat Viral

"Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/202 tentang penetapan harga pembelian Vaksin hanyalah akal-akalan untuk melegalisasi jual beli Vaksin dengan berlindung di balik kebijakan Vaksin gotong royong, karenanya pelaksanaan Vaksin berbayar harus ditinjau ulang," pungkasnya.

Untuk diketahui, vaksin Covid-19 kini bisa dibeli dan dilakukan di Kimia Farma bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi mandiri.

Vaksinasi Gotong Royong mandiri ini berbeda dengan vaksinasi yang selama ini ada atau gratis, karena kali ini masyarakat harus membayar sendiri biayanya baik vaksin atau jasanya.

"Kimia Farma sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi berkomitmen untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh pihak untuk mempercepat vaksinasi nasional baik melalui vaksinasi gotong royong perusahaan maupun Individu,” kata Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansury dalam pernyataannya saat meninjau pelaksanaan VGR Individu di Klinik Kimia Farma Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (10/7/2021).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anggota DPR Kritik Vaksin Berbayar di Kimia Farma ,

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved