Breaking News:

Unjuk Rasa di Konawe

Tuntut Perekrutan Pekerja PT VDNI Morosi, Ormas Pemuda Gelar Unjuk Rasa di Kantor Bupati Konawe

Massa menuding Pemkab Konawe telah merebut hak perusahaan dalam perekrutan karyawan di industri tersebut.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Laode Ari
Arman Tosepu/Tribunnewssultra.com
Massa aksi dari ormas pemuda saat berunjuk rasa, Senin (05/7/2021). Massa aksi kemudian menuju ke Kantor Bupati Konawe untuk menyampaikan aspirasi terkait kenaikan status pekerja lokal di PT VDNI dan meminta perekrutan karyawan di kembalikan ke pihak perusahaan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Puluhan massa dari ormas pemuda menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Konawe, Senin (07/7/2021).

Dari pantauan TribunnewsSultra.com, unjuk rasa itu terkait perekrutan tenaga kerja lokal di PT Virtue Dragon Nickel Industry atau PT VDNI di Morosi Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Massa meminta tenaga kerja lokal (TKL) yang telah lama bekerja di industri itu dengan status kontrak diangkat menjadi karyawan dengan perjanjian kerja waktu tidak tentu (PKWTT).

Baca juga: Unjuk Rasa Pembebasan 7 Terdakwa Kasus Rusuh di PT VDNI Berlanjut di Rujab Kepala Kejari Konawe

Baca juga: Kronologis dan Penyebab Rusuh Konawe, 4 Rumah Dibakar, Senggolan Truk Picu Bentrok, Kondisi Terkini

Baca juga: Unjuk Rasa Mahasiswa UHO di Polda Sultra Tuntut Penuntasan Kasus Penembakan Randi dan Yusuf

Selain itu, massa juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe agar mengembalikan perekrutan karyawan kepada PT VDNI.

Massa menuding Pemkab Konawe telah merebut hak perusahaan dalam perekrutan karyawan di industri tersebut.

"Menuntut Bupati dan Wakil Bupati agar mengembalikan perekrutan karyawan melalui HRD," ujar seorang massa aksi, Senin (05/6/2021).

Selain itu, massa juga menuding Pemkab Konawe tidak mampu mensejahterakan karyawan di industri tersebut yang telah bekeria dengan jangka waktu lama.

Isu pungutan liar (Pungli) calob karyawan juga menjadi sorotan massa aksi dari ormas pemuda.

"Setiap orang yang mau kerja dimintai 3 juta," katanya.

Massa aksi menuju kantor Bupati Konawe menggunakan sepeda motor roda dua. 

Massa mengawali unjuk rasa di persimpangan pos Satuan Lalu Lintas Polres Konawe.

Akibatnya, arus lalu lintas di jalur ini sempat ditutup aparat keamanan.(*)

(TribunewsSultra.com/Arman Tosepu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved