Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Ditolak Ormas Pemuda, Pengukuhan Pengurus Dewan Kebudayaan Provinsi Sultra Dibatalkan

Pengukuhan Pengurus Dewan Kebudayaan Provinsi Sultra masa bakti 2022- 2026 di gelar di Hotel Claro Kendari dibatalkan, Senin(5/7/2021).

Penulis: Husni Husein | Editor: Laode Ari
(Husni Husein/TribunnewsSultra.com)
Pengukuhan Pengurus Dewan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar di Hotel Claro Kendari, Senin (5/7/2021) terpaksa dibatalkan. Pembatalan agenda ini seusai kelompok ormas pemuda mendatangi tempat kegiatan tersebut dan menolak adanya pengukuhan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Pengukuhan Pengurus Dewan Kebudayaan Provinsi Sultra masa bakti 2022- 2026 di gelar di Hotel CLARO Kendari dibatalkan, Senin(5/7/2021).

Kegiatan tersebut resmi dibatalkan oleh ketua Umum Pengurus Dewan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Sofyan seusai mendapat penolakan

Pengukuhan dibatalkan seusai sekelompok pemuda mengatasnamakan ormas budaya hadir pada kegiatan guna menolak pengukuhan tersebut.

Akibatnya suasana sempat mencekam dengan adanya ormas pemuda yang menolak pengukuhan itu.

Baca juga: Pengukuhan Pengurus Dewan Kebudayaan Sultra Digelar di Hotel Claro, Pengurus Gunakan Pakaian Adat

Baca juga: Bertepatan Munas Kadin 2021, Pengukuhan Pengurus Dewan Kebudayaan Sulawesi Tenggara Ditunda

Tak lama kemudian Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Nur Endang Abbas meninggalkan tempat kegiatan dengan dikawal petugas kepolisian yang ada.

Selanjutnya, Sofian usai berbincang bincang dengan ormas, ia menyatakan pengukuhan kegiatan budaya itu resmi ditutup.

Sebelumnya diberitakan kegiatan yang diadakan di hotel CLARO, Jalan Edi Sabara Kelurahan Lahundape, Kendari Barat, Kota Kendari, itu  akan di hadiri oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Kegiatan berlangsung pada pukul 14:00 Wita dengan tatap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Seperti tampak kursi tamu undangan dibuat berjarak antar satu dengan lainnya dan tamu yang hadir juga mengenakan masker.

Sebelum memasuki ruang kegiatan yang bertempat di Phinisi Room lantai 1 Hotel Claro Kendari itu para peserta dan tamu undangan akan di cek suhu badan dan menggunakan hand sanitizer.

Baca juga: Jadi Ketua Dewan Kebudayaan Kendari, Rahman Rahim Ingin Lulo Dikenal Dunia Internasional

Pantauan Tribunnewssuktra.com, tampak peserta dan tamu yang hadir mengenakan pakaian adat masing masing.

Seperti halnya tamu dari Papua, mereka datang mengenakan pakaian khas adat mereka berupa aksesoris kepala

Kemudian tamu dari jawa dan begitupun dengan tokoh adat dari Sulawesi Tenggara, tampak mengenakan pakaian khas daerah masing masing.

(Tribunnewssultra.com/ Husni Husein)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved