Munas Kadin 2021

Terpilih Ketua Umum, Arsjad Rasjid Bantah Intervensi Aparat Negara sehingga Ngotot Gelar Munas Kadin

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid terpilih lewat sidang pleno V Musyawarah Nasional (Munas) di CLARO Hotel Kendari, Kamis (1/7/2021). 

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Panitia Munas Kadin 2021
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. Arsjad Rasjid akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.  

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Arsjad Rasjid akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid terpilih lewat sidang pleno V Musyawarah Nasional (Munas) di CLARO Hotel Kendari, Kamis (1/7/2021). 

Sebelum Munas Kadin Indonesia 2021, muncul penolakan dari berbagai kalangan. 

Penolakan datang dari internal Kadin Indonesia dan mahasiswa karena digelar di tengah melonjaknya kasus Covid-19. 

Bahkan muncul usulan Munas Kadin 2021 ditunda karena lonjakan Covid-19 yang kian meningkat. 

Namun pada akhirnya Munas Kadin 2021 tetap digelar di Kota Kendari, setelah dua kandidat Ketua Umum berkompromi.

Arsjad Rasjid sebagai Ketua Umum dan Anindya Bakrie sebagai Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia.

Hasil yang sama juga dilahirkan lewat Sidang Pleno V Munas Kadin Indonesia di CLARO Hotel Kendari

Hasil ini mengindikasikan Arsjad Rasjid ngotot menggelar Munas Kadin 2021 terlaksana meski penularan Covid-19 kian meningkat. 

Indikasi lainnya soal adanya isu Arsjad Rasjid menggunakan kekuatan pemerintah untuk meredam perlawanan Anindya Bakrie. 

Baca juga: Sempat Rival dengan Arjad Rasjid di Munas Kadin 2021 Anindya Bakrie Mengalah, Sebut Bagi-bagi

Baca juga: Arsjad Rasjid Ketua Umum Kadin Indonesia, Terpilih Aklamasi pada Munas Kadin 2021 di Kendari

Arsjad Rasjid diisukan mengintervensi Presiden Joko Widodo hingga Badan Intelijen Negara (BIN) untuk meredam suara penolakan Munas Kadin dan Anindya Bakrie. 

Arsjad Rasjid pun membantah isu tersebut.

"Itu tidak ada, tidak benar penggunaan Presiden dan alat negara," ujarnya ditemui saat berada di Hotel Claro Kendari, Kamis (1/7/2021) malam.

Ia mengatakan, Munas Kadin 2021 sulawesi Tenggara terlaksana lewat kesepakatan bersama.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved