Breaking News:

Kerang Pokea

Usai Makan Sate Pokea, Limbah Cangkang Kerang Pokea Bisa Jadi Papan Eksterior dan Interior Rumah

Tapi tahukah Anda, setelah makan sate pokea, limbah cangkang kerang pokea yang selama ini dibuang bisa menjadi papan eksterior dan interior rumah?

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Aqsa
handover
Papan partikel multifungsi yang terbuat dari limbah cangkang kerang pokea. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Makanan sate pokea adalah salah satu kuliner khas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berbahan dasar kerang pokea.

Kerang pokea adalah kerang air tawar dari famili cubicula jenis batissa veolacea celebensis.

Pokea yang dalam bahasa daerah setempat berarti kerang adalah hewan endemik yang hanya hidup di Sungai Pohara, Kabupaten Konawe dan Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sultra.

Biasanya, setelah isi kerang pokea dimakan menjadi sate pokea dan makanan khas lainnya, cangkang kerang pokea biasanya dibuang.

Tapi tahukah Anda, limbah cangkang kerang pokea yang selama ini dibuang bisa menjadi papan eksterior dan interior rumah?

Baca juga: Ketua Senat UHO: Rektor Terpilih Prof Muhammad Zamrun Harus Dilantik Sebelum 18 Juli 2021

Papan partikel multifungsi tersebut bisa diolah dan dimanfaatkan untuk kebutuhan papan rumah maupun bangunan baik lantai, dinding, dan bagian lainnya.

Papan tersebut juga bahkan bisa diolah lagi menjadi suvenir, perabot rumah tangga, dan juga peruntukan lainnya.

“Limbah cangkang pokea bisa diubah jadi papan partikel multifungsi dengan campuran bahan dan teknik pembuatan khusus,” kata Ketua Jurusan Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (FPIK UHO) Kendari, Kobajashi T Isamu SPi MP, kepada TribunnewsSultra.com, Minggu (27/06/2021).

Sehari sebelumnya, Sabtu (26/06/2021), dosen FPIK UHO bersama dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Kendari (FP UMK) melatih warga Kecamatan Asera, Kabupaten Konut.

Pelatihan pemanfaatan limbah cangkang kerang pokea menjadi papan partikel multifungsi tersebut dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat skim Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Ketua Jurusan Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (FPIK UHO) Kendari, Kobajashi T Isamu SPi MP, berbicara pada Pelatihan Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Pokea menjadi Papan Partikel Multifungsi, Sabtu (26/06/2021). Pelatihan kepada warga tersebut digelar di Desa Puuwanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ketua Jurusan Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (FPIK UHO) Kendari, Kobajashi T Isamu SPi MP, berbicara pada Pelatihan Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Pokea menjadi Papan Partikel Multifungsi, Sabtu (26/06/2021). Pelatihan kepada warga tersebut digelar di Desa Puuwanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). (handover)

Pelatihan dengan pendanaan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) tersebut digelar di Desa Puuwanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Selain Kobajashi, tim terdiri dari Dosen Program Studi (Prodi) Perikanan Tangkap FPIK UHO Ahmad Mustafa Spi MP dan Dosen Prodi Agribisnis FP UMK Muhammad Nur SP MSi.

“Kami berharap melalui pelatihan ini masyarakat setempat bisa mengolah papan partikel multifungsi dari bahan cangkang kerang pokea yang selama ini dibuang dan tidak dimanfaatkan,” jelasnya.

Apalagi, kata Kobajashi, papan yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan eksterior dan interior rumah maupun bangunan lainnya tersebut bisa bernilai ekonomis tinggi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved