Berita Kendari
Mudahkan Transaksi Non-Tunai di Pasar, BI Sultra Resmikan Pasar Digital Baruga Kota Kendari
Mempermudah transaksi non-tunai di pasar tradisional, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra) meresmikan Pasar Digital Baruga Kota Kendari.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Mempermudah transaksi non-tunai di pasar tradisional, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra) meresmikan Pasar Digital Baruga Kota Kendari.
Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah gencar menerapkan pembayaran non-tunai di pasar-pasar tradisional.
Untuk menerapkan pembayaran non-tunai ini, BI Sultra meresmikan Pasar Digital Baruga, di Pasar Baruga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/6/2021).
Kegiatan tersebut juga merupakan peresmian pembayaran retribusi pasar secara non tunai menggunakan teknologi digital.
Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Sultra, Bimo Epyanto, mengatakan program tersebut dilakukan dengan terus bekerja sama berbagai pihak dalam pengembangan UMKM khususnya di wilayah Kota Kendari.
Bimo mengatakan, salah satu layanan pembayaran non-tunai yang paling mudah untuk digunakan baik dari sisi pedagang maupun pembeli adalah QR Code Indonesian Standard atau QRIS.
Baca juga: Bank Indonesia Sulawesi Tenggara Dorong Gerakan Wakaf Tunai, Bangun Ekonomi dan Keuangan Syariah
Hal ini diharapkan dapat membantu memaksimalkan penjualan pedagang dan pencatatan keuangan para pedagang.
Menurutnya, ekosistem digital sangat berperan penting dalam perkembangan elektronifikasi transaksi di suatu wilayah.
Bimo menyebut alasan memilih Pasar Baruga Kota Kendari sebagai lokasi pasar digital karena Pasar Baruga merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Kendari.
"Melalui kegiatan pada pagi hari ini harapannya Pasar Baruga dapat menjadi salah satu pasar yang menerapkan digitalisasi dalam setiap kegiatannya baik dalam penjualan yang bisa merambah ke platform online," kata Bimo.
Ia menyampaikan, saat ini di Kota Kendari sebanyak 28.257 UMKM telah memiliki kanal pembayaran non-tunai.

Hal ini menjadi indikator yang baik bagi perkembangan ekosistem digital di Kota Kendari.
Bimo mengatakan menurut informasi yang diperoleh, Pasar Baruga ini sendiri sudah sekitar 50% lebih pedagang yang telah mempunyai QRIS.
Melalui program pasar digital ini diharapkan dapat menjadi salah satu contoh pilot project pasar digital di Kota Kendari dan dapat diikuti oleh pasar-pasar lain di Kota Kendari.
Menurutnya, perkembangan ekosistem digital akan dapat mendorong masyarakat di Kota Kendari untuk menjadi lebih sadar dengan digital mindset dan dapat terus bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.
Dikarenakan melalui kemudahan dalam bertransaksi berdampak pada pola konsumsi yang akan cenderung meningkat.
"Karena seperti yang kita ketahui saat ini Kota Kendari merupakan salah satu kota yang banyak dilirik oleh para wisatawan terlebih wisatawan yang ingin ke Wakatobi.
Baca juga: Bank Indonesia Galakkan Edukasi Pembayaran Belanja Non Tunai Menggunakan Qris di Kendari
Untuk itu, kata dia, perlu rasanya menciptakan ekosistem digital dalam rangka mempermudah wisatawan apabila ingin transaksi non-tunai.
Selain itu, Asisten I Sekertaris Daerah Kota Kendari Agus Salim, mewakili Wali Kota Kendari, mengatakan sangat mengapresiasi program tersebut.
"Ini salah satu visi Wali Kota Kendari juga untuk menunjukkan Kota Kendari yang berbasis ekonomi teknologi dan informasi," kata Agus.
Diharapkan kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung dengan kerja sama yang baik.
"Ke depannya diharapkan pasar-pasar lainnya bisa juga menerapkan pembayaran online," tambahnya.
Apalagi dalam masa pandemi ini sangat penting sekali untuk menghindari kontak fisik di pasar atau membantu dan mencegah dari kerumunan. (*)
(TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani)