Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

BNNP Sultra Ringkus 2 Mekanik Motor Pengedar Sabu, 200 Gram Barang Bukti Diamankan

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) meringkus dua tersangka pengedar sabu.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
Muhammad Israjab/TribunnewsSultra.com
BNNP Sulawesi Tenggara saat pengungkapan kasus peredaran narkoba seberat 200 gram di Kompleks Perkantoran Bumi Praja Anduonohu Jalan Haluoleo, Kota Kendari, Jumat (25/6/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) meringkus dua tersangka pengedar sabu.

Mereka yakni AM (21) dan H (24) yang berprofesi sebagai mekanik motor.

Keduanya diringkus pihak BNNP Sultra setelah kedapatan membawa sabu seberat 200 gram siap edar.

"Untuk TKP berada di Jalan Pasar Baruga, Kelurahan Baruga, Kota Kendari, pada Rabu (23/6/2021) pukul 8 pagi," kata Brigjen Pol Sabaruddin Ginting, saat press release di BNNP Sultra, Kompleks Perkantoran Bumi Praja Anduonohu Jalan Haluoleo, Kota Kendari, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Kendari Diringkus Polisi Karena Selundupkan Sabu 9,45 Gram di Dompet

Baca juga: Bukannya Mengajar, PNS Guru SD Malah Jadi Pengedar Sabu setelah Keluar Penjara Gegara Kasus Penipuan

Baca juga: Simpan Sabu di Kerudung, Wanita di Kendari Ditangkap, Ngaku Uang Hasil Edarkan Sabu Buat Bayar Kos

Dari hasil penyidikan, kedua pelaku diketahui dari jaringan lapas.

Sedangkan untuk modus para pelaku saat melancarkan aksinya dengan sistem tempel.

"Mereka dikendalikan dari dalam Lapas," ucap Sabaruddin.

Bukan hanya 4 bungkus sabu seberat 200 gram yang diamankan BNNP Sultra

Namun, barang bukti lain yang diamankan dari 2 pelaku yakni handphone, kantong plastik, pembungkus (popok), potongan solasi, 1 motor matic.

Kepala BNNP Sultra menyebut 2 pelaku terancam 20 tahun penjara.

Sesuai pasal 132 ayat (1) junto pasal 114 ayat (2) junto pasal 127 ayat (1) huruf a undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Ancaman pidana hukuman pidana mati. Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara 20 tahun. Paling singkat 6 tahun," tegas Sabaruddin Ginting. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved