Breaking News:

Berita Baubau

Sedang Dikaji, Sertifikat Vaksin Syarat Gelar Pesta Keramaian di Baubau

Muslimin Hibali, mengatakan, sertifikat vaksinasi menjadi syarat utama bagi masyarakat yang ingin menggelar acara keramaian.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
Handover
Vaksinasi covid-19 (Ilustrasi) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,BAUBAU- Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), tengah mengkaji protokol kesehatan terbaru.

Prokes terbaru mewajibkan penyelenggara acara menunjukan sertifikat vaksinasi jika ingi mengundang kerumunan massa

Kepala Divisi Evakuasi Satgas Covid-19 Kota Baubau, Muslimin Hibali, mengatakan, sertifikat vaksinasi menjadi syarat utama bagi masyarakat yang ingin menggelar acara keramaian

"Saat ini sedang dikaji SOP (Standar Operasional Prosedur) bagi masyarakat yang ingin menggelar acara yang mengundang keramaian massa. Bagi penyelenggara harus menyertakan sertifikat vaksinasi sebagai salah satu syarat," ujarnya lewat panggilan telepon, Minggu (20/6/2021).

Ia menegaskan, sertifikat vaksinasi yang dimaksudkan dalam SOP hanya diwajibkan bagi penyelenggara saja. 

"Jadi untuk tamu undangan itu tidak diwajibkan menunjukan sertifikat vaksinasi, cuma syarat untuk penyelenggara saja," tegasnya.   

Baca juga: sultra.siap-ppdb.com, Pendaftaran PPDB Sultra 2021 Dibuka, Cara Daftar SMA SMK di Sulawesi Tenggara

Baca juga: Akui Beri Klarifikasi ke Polda Sultra, Bendahara KONI Sulawesi Tenggara Serahkan Dokumen Proyek

Baca juga: PPDB Online Kendari 2021, Simak Cara Daftarnya, Lengkap dengan Persyaratan dan Alur Pendaftaran

Muslimin menjelaskan, peraturan ini sedang dikaji oleh tim ahli pakar hukum dan dibantu dokter spesialis di Kota Baubau

"Pakar hukumnya itu ada Dr Ld Muhaimin, Dr Zuardin dan Dr Juamdan beserta anggotanya karena menyangkut masalah hukum nantinya," beber Muslimin.

Muslimin tak tahu persis waktu aturan terancang dan disahkan.

"Pembuatan aturannya diusahakan secepatnya agar segera disosialisasikan dan diterapkan," ucapnya. 

Ia menguraikan, alasan SOP Prokes Covid-19 terbaru dibuat untuk menumbuhkan minat warga  mau divaksin.

Pasalnya, persentase vaksinasi di Kota Baubau masih sangat rendah.

Menurut Muslimin,  kemungkinan masyarakat takut karena adanya berita miring soal vaksinasi.   

"Jadi memang ini vaksinasi kita masih sangat rendah, tapi saya tidak tahu persis angkanya. Kemungkinan ada ketakutan di masyarakat sehingga tidak mau divaksin," imbuhnya. (*) 

(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved