Breaking News:

Berita Buton Selatan

Cerita Kapolsek di Buton Selatan Gagalkan Pelarian Pelaku Pelecehan ke Ambon, Lobi Juragan Kapal

Sebelumnya, seorang pemuda LD (21)  diduga telah melecehkan 21 murid SD laki-laki di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Handover
LD (21) diduga telah melecehkan 21 murid SD laki-laki di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hendak malarikan diri, namun digagalkan polisi. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BUSEL - Cerita Kapolsek di Buton Selatan gagalkan pelarian pelaku pelecehan seksual ke Kota Ambon.

Sebelumnya, seorang pemuda LD (21)  diduga telah melecehkan 21 murid SD laki-laki di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Kepolisian (Kapolsek) Sampolawa, Polres Buton AKP Imran, mendapat informasi jika LD (21) melarikan diri.

Imran melobi juragan kapal, meminta agar memulangkan pelaku pedofilia di Busel tersebut yang ikut menumpang menuju Ambon.

"Saya telepon juragan kapalnya karena kebetulan kenalan saya. Meminta pulangkan pelaku," ujarnya lewat panggilan telepon, Jumat (18/62021).

Baca juga: Pelaku Pelecehan 21 Anak di Buton Selatan Sulawesi Tenggara Terancam 15 Tahun Penjara

LD, warga Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga telah melecehkan 21 murid SD laki-laki.

Mendapat laporan dari ibu korban, Polsek Sampolawa bergegas menangkap LD.

Tetapi si pedofil ternyata sudah melarikan diri.

"Jadi kami mendapat informasi dari masyarakat jika diduga pelaku telah melarikan diri lewat di Baubau," tutur Imran.

LD kabur mengikuti sebuah kapal nelayan di Kecamatan Lea-Lea, Kota Baubau, Sultra, pada malam hari.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved