Breaking News:

Kadishub Sultra Tersangka

Dugaan Korupsi Rekayasa Lalu Lintas Wakatobi, Kejati Sultra Beberkan Peran Hado Hasina dan LPPM UHO

Digaan korupsi proyek studi rekayasa lalulintas di Kabupaten Wakatobi. Proyek miliaran tahun 2017 tersebut dikerjakan Dishub Sultra dan LPPM UHO.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
Istimewa
KEJATI SULTRA - Tangkapan layar kantor Kantor Kejaksaan Negeri Sulawesi Tenggara dari peta digital. Lembaga kejaksaan ini beralamat Jl A Yani nomor 4, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI- Dugaan korupsi proyek studi lalu lintas di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus bergulir.

Badan Pengawasan Pembangunan dan Keuangan (BPKP) Sultra menemukan adanya kerugian negara.

Sementara Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, telah menetapkan dua tersangka.

Mereka adalah Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hado Hasina dan Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) La Ode Muhammad Nurrakhmad Arsyad.

Baca juga: TERNYATA Kejati Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Wakatobi, Kadishub Sultra dan Dosen UHO

Kejati Sultra membeberkan peran kedua tersangka dalam dugaan korupsi.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sultra, Dody menjelaskan, proyek studi rekayasa lalu lintas dikerjakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UHO.

Kerja sama lembaga pemerintah daerah dan lembaga pendidikan itu disepakati.

Kepala Dinas Hado Hasina sebagai Kuasa Pengguna Anggaran.

Sementara LPPM UHO sebagai orang yang ditunjuk mengerjakan proyek.

Dody mengatakan, LPPM UHO dalam mengerjakan proyek harus menunjuk tim ahli.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved