Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Belum Berlaku, IKAPPI Sultra Sebut Pajak Sembako Sudah Pengaruhi Psikologi Pasar, Harga Pangan Naik

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat ada beberapa bahan pangan dan sembako di pasaran mengalami kenaikan meski belum dikenakan pajak PPN.

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
Amelda Devi/TribunnewsSultra.com
Suasana Pasar Baruga, di Jalan Baruga, Kecamatan Baruga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (10/6/2021). Pedagang pasar dimintai pendapatnya terkait penerapan PPN pada sembako. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat ada beberapa bahan pangan dan sembako di pasaran mengalami kenaikan harga meski belum dikenakan pajak PPN.

Hal itu dinilai akibat isu yang berkembang terkait pajak sembako telah meluas dan membuat psikologi pasar terganggu.

Baca juga: Rencana Pemerintah Terapkan Pajak Sembako, Pengamat Ekonomi Sultra Bilang Begini

Sekertaris IKAPPI Sultra, Jaswanto, dalam rilis yang diterima TribunnewsSultra.com pada Minggu (13/6/2021), menyebut kenaikan harga pangan terjadi dalam 2 hari terakhir ini.

"Antara lain ayam yang biasanya Rp25 ribu - Rp30 ribu, sekarang menyentuh Rp40 ribu kenaikan Rp10 ribu," kata Jaswanto.

Minyak goreng biasanya Rp16 ribu menjadi Rp17 ribu. Daging sapi yang masih belum pada posisi normal kisaran Rp130 ribu, hari ini naik Rp10 ribu menjadi Rp140 ribu.

Telur ayam biasanya Rp23-24 ribu, menjadi Rp25 ribu. Bawang putih kating Rp35 ribu naik Rp13 ribu menjadi Rp48 ribu, bawang putih biasa dari Rp32 ribu menjadi Rp40 ribu naik Rp8 ribu.

"Ini adalah beberapa catatan penting adanya respon pasar terhadap isu yang berkembang akhir-akhir ini, IKAPPI menilai pemerintah harus mengambil tindakan tegas untuk menghentikan beredar luasnya isu tentang pajak sembako. Psikologi pasar dapat terjadi jika ada kepanikan dan kegaduhan," ujarnya.

Baca juga: Pajak Sembako Ditolak Sejumlah Pedagang Pasar di Sulawesi Tenggara, IKAPPI Sultra Turut Menyesalkan

IKAPPI juga menilai penerapan PPN Sembako nantinya akan mengorbankan para petani, pedagang dan konsumen.

Pengusaha akan menekan operasional ongkos pembelian karena harus terbebani PPN, sehingga terpaksa harga bahan pangan dan jualan akan naik.

IKAPPI berharap kepada menteri keuangan untuk menghentikan kegaduhan ini dan kembali kepada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang telah berlaku.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved