Breaking News:

Kecelakaan Maut Mahasiswa UHO

FAKTA Kecelakaan Maut Rombongan Mahasiswa UHO di Bombana: Dipicu Ban Bocor, Dosen Ikut Dampingi PKL

Rombongan mahasiswa UHO mengalami kecelakaan maut di jalan penghubung Kendari-Bombana tersebut saat pulang seusai tugas penelitian kampus.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
Istimewa
Tangkapan layar gedung rektorat Universitas Halu Oleo dari peta digital 

Setelah kecelakaan itu, Miner dan rombongan yang tumpangi mobil lainya langsung turun memberi pertolongan.

Tetapi naas, 5 korban sudah meninggal dunia.

Miner menegaskan, para korban meninggal di lokasi kecelakaan.

MIner tidak tahu persis waktu peristiwa naas itu, tetapi ketika sopir sadarkan diri dia melihat jam menunjuk, pukul 21.00 WITA.

Miner merincikan, selain korban meninggal juga ada korban patah paha.

Bahkan, perut mahasiswa yang menjadi sopir memar dan akibat benturan.

"Yang di tengah dan di belakang (meninggal dunia), tiga orang di depan selamat. Satu orang di depan, sudah dijemput omnya, satu di depan patah pahanya, sopir bengkak perutnya, satunya lagi lehernya bengkak," rincinya.

Didampingi Dosen

Wakil Rektor III UHO, Dr Nur Arafah, mengatakan, para mahasiswa yang mengerjakan tugas kuliah PKL itu didampingi dosen.

"Iya mereka didampingi dosen pembimbing untuk  melaksanakan tugas penelitian lapangan, PKL," ujarnya lewat panggilan telepon.

Dr Nur Arafah, menuturkan, PKL merupakan rutinitas tahunan mahasiswa Program Pendidikan Vokasi UHO untuk menerapkan ilmu yang telah didapat dari ruang kampus.

Tahun ini giliran mahasiswa angkatan 2019 yang melaksanakan PKL.

"Iya itu sudah sering dikerjakan mahasiswa tiap tahunnya," beber Dr Nur Arafah.

Ia menjelaskan, atas kejadian ini pihak kampus akan bertanggung jawab.

Katanya, sudah mengutus Dekan Program Pendidikan Vokasi dan Bidang Kemahasiswaan Universitas Halu Oleo.

"Kami sudah mengutus dekan dan bidang kemahasiswaan untuk memastikan perawatan di rumah sakit," ujarnya.

Korban Dievakuasi

Mahasiswa UHO yang tewas karena kecelakaan maut di Kabupaten Bombana, bakal dipulangkan di kediaman masing-masing.

Dr Nur Arafah, mengatakan, evakuasi jenazah mahasiswa meninggal dunia bakal dilakukan secepatnya.

"Korban meninggal dunia kita koordinasikan bagaimana teknik pemulangannya ke daerah masing-masing," ujarnya lewat panggilan telepon, Senin (7/6/2021).

Dr Nur Arafah menambahkan, bagi korban luka berat dan luka ringan akan diusahakan mendapat perawatan yang maksimal dari rumah sakit.

"Konsentrasi kami bagi korban luka berat dan luka ringan agar mendapat penanganan yang terbaik dari pihak rumah sakit," tambahnya.

Ia menegaskan, pihak UHO telah memberangkatkan tim dari kampus untuk memastikan dua hal tersebut.

"Jadi yang diberangkatkan itu Dekan Program Pendidikan Vokasi dan Bidang Kemahasiswaan Universitas Halu Oleo," bebernya.

Lanjutnya, para mahasiswa korban kecelakaan sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bombana.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak rumah sakit segera memberi perawatan terbaik," imbuhnya.

Pantauan terakhir TribunnewsSultra.com, para mahasiswa luka berat dan ringan sudah mendapat perawatan di Rumah Sakit Bahteramas di Kota Kenari.

Saat para mahasiswa korban kecelakaan maut tiba, pelataran rumah sakit rujukan di Provinsi Sulawesi Tenggara itu langsung dipadati keluarga korban. (*)

(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved