Breaking News:

Wansus Ketua Kadin Sultra

Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Sebut Salah Satu Alasan Munas ke Sulawesi Tenggara karena Covid-19

Blak-blakan Ketua Kadin Sultra Anton Timbang soal kronologis dan alasan pemindahan lokasi Munas Kadin di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Aqsa | Editor: Aqsa
Aqsa Pananrang/ TribunnewsSultra.com
Ketua Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tenggara (Kadin Sultra) Anton Timbang menjelaskan terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Kadin Indonesia di kantor Kadin Sultra, kawasan Kompleks Ruko Bypass, Jalan Brigjen M Yoenoes, Kota Kendari, Provinsi Sultra, Rabu (02/06/2021) malam. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Blak-blakan Ketua Kadin Sultra Anton Timbang soal kronologis dan alasan pemindahan lokasi Munas Kadin di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Anton menyampaikan mengenai alasan dan kronologis pelaksanaan Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri (Munas Kadin) di Kota Kendari, Provinsi Sultra, pada 29-30 Juni 2021 mendatang.

“Pada momen yang lalu saat saya pelantikan (sebagai Ketua Kadin Sultra), kita minta kepada ketua umum dan seluruh pengurus pusat yang hadir supaya Sultra bisa jadi tuan rumah,” kata Anton Timbang.

Hal tersebut disampaikan Anton di Kantor Kadin Sultra, kawasan Kompleks Ruko Bypass, Jalan Brigjen M Yoenoes, Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Dia menyebut salah satu pertimbangan pemindahan lokasi munas dari Bali ke daerah ini karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Minta Polemik Munas di Sulawesi Tenggara Distop, Ungkap Alasan Ini

“Nah, pemindahan dari Bali itu begini. Pada saat Natal dan Tahun Baru dengan adanya libur dan sebagainya itu di awal tahun melonjak lagi Covid-19. Nah dengan melonjaknya Covid disitu diragukan jika perhelatan munas di Bali,” jelasnya.

Sebelumnya, Munas Kadin dijadwalkan bakal berlangsung di Denpasar, Bali, pada 2-4 Juni 2021.

Namun dari hasil rapat pleno pengurus pusat, Sultra ditunjuk sebagai tuan rumah munas pada 29-30 Juni 2021 mendatang.

“Kita kan juga baru selesai Lebaran, nah tiba-tiba diproses mudiknya orang dan sebagainya kemudian kta harus ke Bali nah inilah yang diragukan oleh pemerintah jangan sampai kembali kejadiannya seperti yang itu. Kejadian yang Januari itu melonjak,” ujar Anton.

“Dan perlu diketahui Bali itukan kalau misal terjadi sesuatu itu bukan saja sifatnya nasional tapi internasional. Jadi ini yang harus kita jaga. Mereka jor-joran datang ke sana tapi tidak memikirkan hal itu,” jelasnya menambahkan.

Anton Timbang
Anton Timbang (Istimewa)
Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved