Breaking News:

Pelantikan Bupati Koltim

Bupati dan Wabup Koltim Bakal Dijabat Perempuan, Sejarah Politik di Sultra, Begini Kata Pengamat

Hal itu menyusul setelah Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur menyatakan keinginan agar Diana Samsul Bahri mendampinginya

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Istimewa
Kolase foto Plt Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur (kiri) dan Diana Samsul Bahri yang digadang-gadang menjadi Wakil Bupati Koltim. 

"Selama ini hanya menjadi simbol. Mereka ada tetapi tidak bersuara untuk memperjuangkan hak-hak perempuan," beber Najib.

Senada dengan Najib, Pengamat politik Sultra yang lain, Eka Suaib menjelaskan, undang-undang partai politik diharuskan memenuhi syarat 30 persen keterwakilan perempuan.

Namun tak ada sanksi bagi partai politik yang tidak memenuhi syarat itu.

Baca juga: Usai Andi Merya Nur Dilantik Jadi Bupati Koltim, Diana Samsul Bahri Bakal Jabat Wakil Bupati

Eka Suaib mengatakan, duet Andi Merya dan Diana Samsul Bahri merupakan kebangkitan politik perempuan di Sultra.

Dia juga mengapresiasi munculnya perempuan di panggung politik Sultra.

"Hanya saja ada kendala. Semisal masih kurang kritis dan kurangnya jejaring politik perempuan," urainya.

Khusus di Koltim, kata Eka, ketua KPU dan Bawaslu dijabat perempuan.

"Bisa dicek apakah ada kebijakan berpihak kepada perempuan, seandainya ada juga cuma simbol yang bermain dalam tataran ide tapi tak diterapkan," imbuhnya.

Sekadar Jabatan

Eka Suaib mengakui, politik Indonesia belum sepenuhnya berpihak kepada perempuan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved