Breaking News:

Ngaku Khilaf, Petani Pukuli Kakek-kakek Pemilik Penggilingan Kopi Pakai Kayu

Sumartono (35), warga Dusun Mekar Sari, Pekon Datar Lebuai, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus, Lampung ditangkap Polsek Pulau Panggung.

Editor: Ifa Nabila
Science Photo Library
Ilustrasi penganiayaan. Sumartono (35), warga Dusun Mekar Sari, Pekon Datar Lebuai, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus, Lampung ditangkap Polsek Pulau Panggung. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Seorang pria bernama Sumartono (35) nekat menganiaya tetangganya sendiri, Lasimin (65).

Ia adalah warga Dusun Mekar Sari, Pekon Datar Lebuai, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus, Lampung.

Pelaku akhirnya ditangkap Polsek Pulau Panggung.

Lasimin (65) adalah pemilik penggilingan kopi.

Baca juga: Setelah Antar Istri Kerja, Pria 30 Tahun Ditikam Berkali-kali di Persimpangan Lampu Merah

Kapolsek Pulau Panggung, Inspektur Satu Musakir mengatakan, penganiayaan itu diduga dipicu upah penggilingan kopi atau biasa disebut bawon.

Korban dipukul memakai kayu pada bagian kepala dan tangan pada 24 Mei lalu.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pendekatan keluarga serta untuk hindari konflik sosial maka tersangka ditangkap dengan bantuan kepala pekon Datar Lebuai di rumahnya," ujar Musakir, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Kamis (27/5/2021).

Dari penangkapan itu terungkap, penganiayaan disebabkan kesalahpahaman antara tersangka dan korban terkait upah penggilingan kopi.

Baca juga: Selfie di Dermaga, Lima Wisatawan Tewas Tenggelam setelah Dermaga Danau Kandis Sawahlunto Ambruk

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (21/5/2021) sekira pukul 07.30 WIB.

Tersangka saat itu datang ke penggilingan kopi milik korban dengan tujuan untuk menggiling kopi. Kopi yang digiling seberat 50 kg.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved