Vaksinasi Covid 19
Isu Miring Vaksinasi Covid-19 Buat Guru SD di Baubau Cemas Berlebihan dan Jatuh Pingsan Usai Vaksin
Isu miring vaksinasi Covid-19 menyebabkan seorang guru SD di Kota Baubau mengalami cemas berlebihan dan jatuh pingsan usai Vaksin Covid-19.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Aqsa
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Isu miring vaksinasi Covid-19 menyebabkan seorang guru SD di Kota Baubau mengalami cemas berlebihan dan jatuh pingsan usai Vaksin Covid-19.
Akbar, seorang guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pingsan usai disuntik vaksin Sinovac, Jumat (28/05/2021).
Guru SD tersebut pingsan usai menjalani vaksinasi Covid-19 di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau.
Akbar diduga takut berlebihan setelah mendengar informasi meninggalnya guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Baubau berinisial LHN (59) usai Vaksin Covid-19.
Pria berusia 50 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir usai vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pendidik dan kependidikan di SMP Negeri 1 Baubau, 20 Mei 2021 lalu.
Baca juga: Seorang Guru SD di Kota Baubau Pingsan Usai Vaksin Covid-19, Takut Berlebihan Sebelum Vaksinasi
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Baubau, Marfia Tahara, mengatakan, gegara takut berlebihan Akbar tak cukup tidur setelah mengetahui giliran vaksin.
“Ketakutan berlebihan guru-guru ini karena banyak dengar isu-isu miring soal vaksinasi Covid-19,” katanya kepada TribunnewsSultra.com.
Padahal, sebelum divaksin tensi darah Akbar baik-baik saja.
“Tapi karena ada jadwal vaksinnya itu yang bersangkutan kepikiran dan tidak bisa tidur,” jelas Marfia.
Sementara itu, Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata Kota Baubau, Roslina, mengatakan, Akbar masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Akbar dirawat di RSUD Palagimata Kota Baubau sejak pukul 11.00 wita.
Hingga pukul 14.40 wita, dokter masih memberi bantuan oksigen untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu imun pasien turun karena kecemasan.
“Kondisinya baik-baik saja, sekarang terpasang oksigen untuk jaga-jaga. Karena yang bersangkutan masih memiliki kecemasan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp Massenger.
Roslina menambahkan, kecemasan pasien kemungkinan berkaitan dengan gejala psikologis.
Untuk itu dokter di UGD terus memantau sambil sesekali memberi penguatan kepada pasien.

Pingsan Usai Vaksin
Sebelumnya diberitakan, seorang guru SD di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pingsan seusai divaksin, Jumat (28/5/2021).
Diduga guru SD bernama Akbar tersebut mengalami ketakutan berlebihan sebelum disuntik vaksin Sinovac.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Baubau, Marfia Tahara, mengatakan, guru SD tersebut mengikuti vaksinasi Covid-19 di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Baubau.
“Dia vaksin itu hari ini di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau yang dimulai sejak pagi hari untuk pelayan publik, termasuk tenaga pendidik dan kependidikan,” katanya.
Ia mengatakan, sebelum disuntik vaksin pasien sudah cemas.
Usai disuntik vaksin Covid-19, guru SD tersebut langsung keringat dingin dan lemas hingga dilarikan ke RSUD Palagimata Kota Baubau.
Baca juga: Ketua Satgas Covid-19 Sultra Klaim Guru Meninggal di Baubau dan Muna Barat Bukan Gegara Vaksin
“Jadi memang ada ketakutan berlebihan sebelum divaksin. Sehingga setelah divaksin itu langsung keringat dingin dan lemas, tetapi belum hilang kesadarannya,” jelasnya.
Secara terpisah, Humas RSUD Kota Baubau, Roslina, mengatakan, guru SD tersebut dirawat medis di Ruang Unit Gawat Darurat (IGD) sekira pukul 11.00 wita.
Hasil pemeriksaan di UGD menjelaskan jika pasien panik berlebihan sehingga imun tubuhnya menurun.
“Jadi dia dirawat kira-kira pukul 11.00 wita, setelah diobservasi dokter menjelaskan jika pasien memiliki ketakutan berlebihan,” ujarnya.
Guru SD tersebut saat ini tengah diberi waktu istirahat oleh dokter.
Roslina mengatakan, pasien akan dipulangkan ketika imun tubuhnya sudah benar-benar membaik.
Guru SMP Meninggal Dunia
Sebelumnya, LHN (59), seorang guru SMP Negeri 1 Baubau mendadak batuk dan sesak nafas lalu jatuh pingsan usai menjalani vaksinasi Covid-19, Kamis (20/5/2021) petang.
Tak lama berselang, warga Kota Baubau tersebut meninggal dunia.
Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Siloam Baubau, nyawa LHN tak tertolong.
Pria berusia 50 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir.
LHN meninggal dunia usai disuntik vaksin Sinovac massal bagi tenaga pendidik dan kependidikan di SMP Negeri 1 Baubau pada pagi harinya.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Baubau, dr Lukman (tengah) ketika menjelaskan kronologi seorang guru meninggal dunia seusai menjalani vaksinasi Covid-19, di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (20/5/2021). (Istimewa)
LHN mengikuti vaksinasi virus corona bersama staf dan tenaga pengajar lainnya di sekolah tersebut.
Anak LHN, Rahmat Hidayat, mengatakan, ayahnya langsung pulang ke rumah usai mendapat suntikan Vaksin Covid-19 pada pagi harinya.
Selang beberapa jam berada di rumah, sang ayah tiba-tiba mengalami batuk-batuk dan sesak nafas.
Korban pingsan lalu dilarikan ke RS Siloam Baubau untuk mendapatkan tindakan medis.
“Namun sudah tidak tertolong lagi,” kata Rahmat saat dihubungi TribunnewsSultra.com, Kamis (20/5/2021).
Secara terpisah, Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Baubau, dr Lukman, membenarkan peristiwa tersebut.
Melalui rilis resmi, dr Lukman menyampaikan, guru SMP Negeri 1 Baubau itu awalnya terlihat sehat sebelum disuntik Vaksin Covid-19.
LHN juga telah mengikuti tahapan prosedur sebelum menjalani vaksinasi Covid-19.
“Pasien tersebut sudah menjalani prosedur vaksinasi melewati meja tes skrining di meja skrining,” kata dr Lukman.
Ia mengklaim bukan Vaksin Covid-19 yang menyebabkan guru SMP tersebut meninggal dunia.
Apalagi, kata dr Lukman, LHN ternyata memiliki riwayat penyakit gula dan asma sebelum disuntik vaksin Sinovac.
“Penyakit penyerta sakit gula tidak terkontrol dengan baik. Ada riwayat asma,” jelas dr Lukman.
Kata dr Lukman, korban diduga meninggal dunia karena penyakit diabetes.
Hal tersebut berdasarkan laporan medis yang diterima dari pihak RS Siloam Baubau.
“Laporan yang kami terima dari Rumah Sakit Siloam sudah terjadi kondisi asistol, jantung tidak berfungsi,” ujarnya.
Hal-hal yang bisa menyebabkan seperti itu biasanya karena sakit gula atau serangan jantung.(*)
(TribunnewsSultra.com/ Risno Mawandili)