Breaking News:

Covid19 Sultra

Disebut Salah Prosedur, Satgas Covid-19 Baubau Selidiki Dugaan Kematian Guru Usai Divaksin

Pasalnya, menurut pihak keluarga guru itu menduga petugas vaksin lalai dalam memeriksa kondisi kesehatan para penerima vaksin.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Laode Ari
Istimewa
Juru Bicara Satgas Covid-19 Baubah, dr Lukman (tengah) ketika menjelaskan kronologi seorang guru meninggal dunia seusai divaksin Sinovac, Kamis (20/5/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,BAUBAU- Satuan tugas atau Satgas Covid-19 Kota Baubau saat ini memeriksa dugaan kesalahan prosedur usai seorang guru SMP di Baubau meninggal pasca ikut vaksinasi.

Pasalnya, menurut pihak keluarga guru itu menduga petugas vaksin lalai dalam memeriksa kondisi kesehatan para penerima vaksin.

Ditambah lagi dosis yang disuntikan tak sesuai prosedur. 

Kelalaian itu diduga terjadi di meja skrining, sesaat sebelum dosis vaksin Covid-19 disuntikan kepada guru laki-laki sekolah menengah pertama (SMP) berinisial LHN (59).

Baca juga: Penyebab Guru SMP Meninggal Usai Vaksin Covid-19 di Kota Baubau, Awalnya Sehat Tapi Tiba-tiba Ambruk

Baca juga: Rentang Waktu Vaksinasi Berubah: Vaksin Sinovac 28 Hari, Vaksin AstraZeneca 12 Minggu

Dalam modul Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI World Health Organization (WHO) dijelaskan, kesalahan prosedur juga meliputi kesalahan dalam penyampaian.

"Kesalahan prosedur imunisasi meliputi kesalahan dalam penyiapan, penanganan, penyimpanan dan cara pemberian vaksin," sebagaimana dikutip dari https://in.vaccine-safety-training.org.

Modul itu dijelaskan seharusnya petugas vaksinasi harus menyampaikan dengan sejelas-jelasnya syarat dan ketentuan vaksinasi.

Terkait hal ini, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Baubau langsung lakukan investigasi.

Meski demikian, Satgas Covid-19 Kota Baubau enggan merincikan poin investigasi tersebut.

"Itu masih diinvestigasi. Memang ada informasi konsentrasi vaksinasi tetapi telah diberikan kepada dr Lukman selaku dokter ahli," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Baubau, Marfiah Tahara, lewat panggilan telepon, Jumat (21/5/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved