Breaking News:

Larangan Mudik 2021

Mulai Minggu, Penyekatan Larangan Mudik di Gerbang Ranomeeto Konsel-Kendari Diperketat

Hingga kini penyekatan mudik di perbatasan Ranomeeto, Konawe Selatan (Konsel) dan Kendari belum dilakukan secara ketat.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
Amelda Devi/TribunnewsSultra.com
Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) lebaran 2021 di perbatasan Konsel, Ranomeeto - Kendari, IPTU Munir. 

Selebihnya mereka bisa melewati area tersebut.

Baca juga: Panik Tak Punya SIM, Pria Pengemudi Avanza Malah Tabrak Polisi di Pos Penyekatan Mudik

Seorang warga yang mengaku tinggal di Ranomeeto dan hendak ke Konawe meminta kejelasan dari pihak tim pengamanan terkait melintasi perbatasan. 

Namun, Munir mengatakan, masyarakat boleh lewat asal melengkapi persyaratan. 

"Boleh, asalkan dengan membawa surat keterangan bebas Covid-19," ungkapnya. 

Ia juga menjelaskan pemeriksaan dilakukan pada dua jalur tersebut, dari arah Konsel menuju Kendari, begitupun arah sebaliknya dengan memperhatikan kepadatan kendaraan. 

Setiap masyarakat yang hendak melintasi perbatasan tersebut, tetap akan diperiksa di pos dan akan didata oleh Satgas Covid-19. 

Sementara untuk sanksi bagi masyarakat yang tak tertib, Munir menyampaikan baru berupa teguran dan peringatan. 

Belum ada sanksi tegas ataupun denda yang diberikan. 

Pos pengamanan Konsel ini terdiri dari tim pengamanan 11 Polri, 2 Dinas Perhubungan, pol PP, 4 TNI, 2 Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19. 

Lokasi Penyekatan

Agar pemudik tak masuk ke Kota Kendari, berikut lokasi yang dijaga ketat aparat.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain membeberkan lokasi penyekatan mudik Lebaran 2021.

Lokasi penyekatan antara lain perbatasan kota, seperti di gerbang Ranomeeto merupakan akses keluar masuk dari Bandara Haluoleo ke Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. (Muhammad Israjab/ TribunnewsSultra.com)

Gerbang Kecamatan Konda, karena akses masuk dari Kabupaten Konawe Selatan, Muna dan Kabupaten Bombana.

Selanjutnya Gerbang Puuwatu, sebab akses ini merupakan jalur antar provinsi dan 5 kabupaten di Sultra.

Gerbang ini dicatat sebagai kategori paling rawan di antara semua perbatasan.

"Daerah ini jadi pintu masuk dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Selebihnya perbatasan kita kategorikan rendah," kata Sulkarnain saat rapat persiapan Idul Fitri 1442 H, di Rujab Wali Kota jalan Z A Sugianto Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu, Selasa (4/5/2021).

Perbatasan di Purirano dan Labibia juga menjadi fokus penyekatan, sebab wilayah tersebut menurut Wali Kota Kendari termasuk akses masuk, namun tidak terlalu rawan.

"Ini hanya orang-orang dari Konawe saja itupun cuman berapa kecamatan saja. Daerah tersebut itu relatif hijau. Sehingga resiko juga rendah," katanya.

Termasuk di sekitar Tondonggeu, sebab hanya dilalui orang-orang dari Konawe Selatan.

"Pantauan kami disana terpantau zona hijau," ungkap Sul sapaan wali kota.

Sehingga Sulkarnain meminta penjagaan difokuskan pada wilayah dengan resiko tinggi.

"Untuk titik dengan resiko rendah tetap ada penjagaan tapi tidak seperti daerah rawan tadi. Prosedur atau kebiasaannya sedikit dilonggarkan" kata Sulkarnain. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved