Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Pelabuhan Nusantara Kendari Disesaki Penumpang Tujuan Bau-Bau dan Raha

Bahkan jumlah penumpang lebih banyak dan saling berdesakan baik saat berada di pintu gerbang pelabuhan hingga dalam kapal. 

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
Muhammad Israjab/ TribunnewsSultra.com
Kepadatan penumpang kapal Ekspress Bahari 5E, sekira pukul 12.25 Wita. Para penumpang terlihat berada di bagian atas kapal, Rabu (5/5/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Jelang larangan mudik lebaran mulai 6-17 Mei 2021, pelabuhan penyeberangan Nusantara Kota Kendari dipadati penumpang.

Bahkan jumlah penumpang lebih banyak dan saling berdesakan baik saat berada di pintu gerbang pelabuhan hingga dalam kapal. 

Pantauan TribunnewsSultra.com, sebelumnya penumpang diperkirakan ratusan itu berdesak-desakan mengantri di pintu kapal Ekspress Bahari 5E, sekira pukul 12.25 Wita.

Bahkan, terlihat juga penumpang berada di atap kapal itu.

Calon penumpang tujuan Kendari-Raha, Risal (22) mengatakan, dirinya memilih mudik lebih cepat mengantisipasi larangan mudik yang berlaku mulai Kamis (6/5/2021) besok.

"Hari ini saya harus berangkat. Besok sudah tidak bisa lagi," katanya di Pelabuhan Nusantara Kendari, Rabu (5/5/2021).

Sedangkan Rina (31) mengungkapkan, memilih mudik karena ia sudah 2 tahun tidak pulang ke Baubau.

Terlebih karena adanya larangan mudik sehingga pulang lebih awal.

"Besok tidak boleh. Bisa berangkat asal ada surat bebas Covid-19, itu sesuai edaran" ungkapnya.

Tepat pukul 12.25 Wita kapal milik PT Pelayaran Dharma indah itu berangkat.

Namun, masih ada sekira ratusan penumpang tak terangkut.

Dengan tujuan Kendari-Raha-Baubau berada di pelabuhan Nusantara Kota Kendari menunggu kapal selanjutnya. 

Pelabuhan Kendari-Wawonii 

Suasana antrian kendaraan di Pelabuhan Penyebrangan Kendari-Wawonii yang dipadati penumpang, Rabu (5/5/2021). Warga banyak mengambil keputusan pulang lebih awal sebelum berlakunya kebijakan pemerintah tentang pengetatan larangan mudik.
Suasana antrian kendaraan di Pelabuhan Penyebrangan Kendari-Wawonii yang dipadati penumpang, Rabu (5/5/2021). Warga banyak mengambil keputusan pulang lebih awal sebelum berlakunya kebijakan pemerintah tentang pengetatan larangan mudik. (Muhammad Israjab/ TribunnewsSultra.com)

Jelang larangan mudik lokal yang berlaku mulai 6 Mei 2021 hingga 17 Juni 2021, sejumlah kendaraan roda 2 dan roda 4 sudah memadati pelabuhan penyeberangan Kendari menuju Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan.

Dari pantauan TribunnewsSultra.com, terlihat kepadatan penumpang di pintu masuk menuju kapal Feri penyeberangan.

Sejumlah motor terlihat antri dan berdesak-desakan memasuki kapal.

Warga memadati pelabuhan karena ingin terlebih dahulu mudik sebelum berlakunya aturan pemerintah tentang pelarangan mudik Lebaran 2021.   

Kepala UPTD Penyeberangan Kendari-Wawonii, Ranawati, mengatakan, memang ada kepadatan penumpang karena adanya larangan mudik.

"Tadi terlihat cukup padat kendaraan yang akan menyeberang ke Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan. Karena mulai besok sudah tidak bisa lagi kapal memuat penumpang," kata Ranawati diruangannya, Rabu (5/5/2021).

Meski demikian, lanjut Ranawati, kepadatan penumpang di tempat itu tidak lebih banyak dibanding pelabuhan yang melayani rute di beberapa daerah.

"Memang kepadatannya kita bisa lihat sendiri. Tapi kan penumpangnya hanya satu tujuan saja (Kendari- Konawe Kepulauan), jadi tidak terlalu banyak," ucapnya.

Larangan Mudik

Pemerintah resmi meniadakan mudik lokal antar kabupaten dan kota.

Dimana aturan sebelumnya, pelaksanaan mudik hanya dapat dilaksanakan dalam satu wilayah provinsi dengan berbagai pengetatan.

Sementara mudik lokal lintas daerah provinsi sudah tak diizinkan oleh pemerintah.

Namun, pemerintah mengeluarkan aturan terbaru terkait mudik Lebaran 2021.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo menegaskan bahwa keputusan negara terkait mudik lebaran pada tahun ini adalah dilarang mudik.

Hal itu dikemukakan Ketua Satgas Covid-19 saat berbicara pada Rapat Koordinasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hado Hasina mengatakan larangan mudik diberlakukan untuk masyarakat yang menggunakan moda transportasi darat, laut, udara, kereta api lintas kabupaten atau kota, provinsi serta negara.

Larangan tersebut berdasarkan surat edaran yang dkeluarkan Satgas Penangangan Covid-19 Nasional, nomor : 13/2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Surat edaran yang berlaku selama periode 6 -17 Mei 2021.

"Baru-baru ini telah diadakan rakor yang diikuti oleh seluruh gubernur, bupati wali kota se-Indonesia dan telah ditetapkan dalam rapat tersebut mudik ditiadakan," kata Hado Hasina, Selasa (4/5/2021).

Hado Hasina menambahkan, ada syarat tertentu bagi masyarakat atau warga dapat bepergian lintas kabupaten atau kota dan provinsi.

Mulai dari kendaraan distribusi logistik karena hal tersebut sangat penting bagi kebutuhan masyarakat.

Kemudian perjalanan dinas, kunjungan duka, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga, lalu kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

Masyarakat diberikan persyaratan wajib memiliki Surat Izin Perjalanan (SIP) dan Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM).

Persyaratan tersebut wajib ditanda tangan basah dari pimpinan atau kepala
desa/lurah.

Untuk moda transportasi bus, kapal laut dan pesawat, Hado Hasina bilang tetap beroperasi.

Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 13 tahun 2021, tentang Pengendalian Transportasi Selama Idul Fitri 1442 H/2021, dalam rangka pencegahan Covid-19.

“Yang ditiadakan adalah mudiknya, bukan peniadaan transportasi. Karena transportasi tetap ada melayani pelaku perjalanan yang dikecualikan dalam surat edaran satgas penangangan Covid-19 nasional,” ujarnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved